Tautan-tautan Akses

Tanah Longsor dan Banjir di Manado, 25 Meninggal


Petugas penyelamat mencari korban tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/2). (Foto: AP)

Petugas penyelamat mencari korban tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/2). (Foto: AP)

Jumlah korban yang meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara meningkat mejadi 25 orang, Senin (18/2).

Tim SAR menemukan lima jenazah lagi dalam lumpur setelah bencana banjir dan tanah longsor melanda di Sulawesi Utara. Jumlah yang meninggal meningkat menjadi 25 orang dalam bencana tersebut, yang menyebabkan penduduk harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Demikian ungkap polisi dan para saksi, Senin(18/2).

Sanak saudara korban menangis saat menyaksikan jenazah keluarga mereka diangkat penduduk dan Tim SAR dari lumpur, Minggu (17/2) di tujuh kampung yang dilanda tanah longsor dan banjir di Manado, ibukota provinsi Sulawesi Utara. Dilaporkan lebih dari 1.000 rumah dilanda banjir akibat sungai yang meluap.

Pemerintah berusaha keras mendatangkan traktor dan buldoser melalui jalanan yang banjir, beberapa jam setelah hujan lebat mengakibatkan lumpur dan batu-batu longsor di daerah pebukitan Manado. Ratusan polisi, tentara dan penduduk menggali reruntuhan dengan tangan mereka, sekop, dan pacul.

Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Dicky Atotoy mengatakan 14 jenazah diangkat dari lumpur dan reruntuhan rumah, termasuk tiga anak-anak berusia tiga dan 10 tahun, dan seorang lagi ditemukan dalam air, Minggu malam (17/2). Diperkirakan sekitar 8.100 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Gambar-gambar video TVOne menunjukkan para wanita meraung ketika jenazah yang berlumpur dimasukkan ke dalam karung hitam dan diangkut untuk dimakamkan, sementara keluarga lainnya yang berduka berteriak.

Menurut keterangan kepala desa Lucky Sumakud, penduduk Tingkulu tengah sibuk membersihkan tumpukan tanah dari tanah longsor ketika lumpur dan batu-batu tiba-tiba longsor ke bawah bukit beberapa jam kemudian.
XS
SM
MD
LG