Tautan-tautan Akses

Tanah Longsor di Myanmar, Puluhan Orang Hilang


Para pekerja dan Tim SAR berupaya melakukan pencarian korban tanah longsor di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar, 24 November 2015 (Foto: dok). Puluhan orang dikabarkan hilang dan dikhawatirkan tewas dalam timbunan tanah longsor di pertambangan batu giok ini (25/12).

Para pekerja dan Tim SAR berupaya melakukan pencarian korban tanah longsor di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar, 24 November 2015 (Foto: dok). Puluhan orang dikabarkan hilang dan dikhawatirkan tewas dalam timbunan tanah longsor di pertambangan batu giok ini (25/12).

Puluhan orang hilang dan dikhawatirkan tewas setelah tanah longsor di daerah pertambangan batu giok di Myanmar utara, di mana sedikitnya 100 orang tewas dalam bencana serupa bulan lalu.

Para petugas SAR telah mulai mencari jenazah dari tanah longsor hari Jumat (25/12) di Hpakant, negara bagian Kachin itu, pusat industri pertambangan batu giok Myanmar. Para pejabat mengatakan mereka belum menerima laporan mengenai jumlah orang yang mungkin telah tewas atau cedera.

Bulan lalu, paling sedikit 100 orang tewas dalam tanah longsor dekat pertambangan batu giok di Hpakant. Dua hari setelah tanah longsor itu , para petugas SAR masih mengangkat jenazah dari reruntuhan.

Hpakant di negara bagian Kachin terletak kira-kira 950 kilometer sebelah timur laut Yangon, kota terbesar Myanmar, dan di mana terdapat sebagian dari batu akik yang bermutu tertinggi di dunia.

Global Witness, organisasi yang menyelidiki penyalahgunaan pemasukan dari sumber daya alam, memperkirakan nilai produksi batu giok Myanmar sampai sebesar $ 31 milyar tahun 2014. Tetapi organisasi itu mengatakan penduduk setempat hampir tidak memperoleh manfaatnya.

Sebagian besar pertambangan di daerah itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan industri yang besar, yang meninggalkan kepada penduduk setempat tanah buangan yang mereka saring untuk mencari kepingan batu akik yang tertinggal. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG