Tautan-tautan Akses

Taliban Klaim Serangan Maut di Bandara Pakistan


Tentara paramiliter berpatroli di luar Bandar Udara Internasional Jinnah di Karachi (9/6).

Tentara paramiliter berpatroli di luar Bandar Udara Internasional Jinnah di Karachi (9/6).

Taliban mengatakan serangan itu merupakan balas dendam atas pembunuhan November lalu terhadap pemimpin kelompok militan itu dalam serangan pesawat tanpa awak AS.

Kelompok Taliban di Pakistan, Senin (9/6), mengaku bertanggung jawab atas serangan bersenjata selama lima jam di bandar udara tersibuk negara itu yang menewaskan 28 orang.

Taliban mengatakan serangan terhadap Bandar Udara Internasional Jinnah di Karachi, ibukota provinsi Sindh di bagian selatan, merupakan balas dendam atas pembunuhan November lalu terhadap pemimpin kelompok militan itu dalam serangan pesawat tanpa awak AS.

Klaim tersebut telah menghilangkan prospek pembicaraan damai dengan Taliban. Kelompok militan tersebut baru-baru ini mengadakan pembicaraan perdamaian yang gagal dengan pemerintah Pakistan.

Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk para penyerang.

Para militan bersenjata berat menyerbu ke bandara Karachi, Minggu. Para pejabat mengatakan ke-10 militan bersenjata itu ditembak oleh polisi atau meledakkan diri mereka dengan rompi bunuh diri.

Sedikitnya 10 anggota pasukan keamanan serta empat orang anggota staf bandara juga tewas.

Pihak Angkatan Darat mengatakan bandara telah diamankan sebelum Senin subuh, namun tentara dilaporkan telah melancarkan kembali operasinya beberapa jam kemudian sementara tembakan senjata api kedengaran di dalam bandara.

Para pejabat mengatakan militan menyamar dengan mengenakan pakaian yang mirip dengan seragam petugas keamanan bandara dan menggunakan granat tangan dan peluncur roket untuk membobol jalan mereka kedalam terminal di bandara internasional Jinnah.

Beberapa ledakan besar kedengaran sepanjang pertempuran dengan polisi yang berlangsung sampai Senin pagi.

Para penumpang diungsikan ke tempat aman dan tidak ada yang cedera. (AP)
XS
SM
MD
LG