Tautan-tautan Akses

Taliban Afghanistan Tidak Tahu akan Ada Pembicaraan Perdamaian


Menlu Afghanistan Salahuddin Rabbani (tengah) memulai rapat untuk mengakhiri perang dengan Taliban di istana Presiden di Kabul, Afghanistan (23/2).
Menlu Afghanistan Salahuddin Rabbani (tengah) memulai rapat untuk mengakhiri perang dengan Taliban di istana Presiden di Kabul, Afghanistan (23/2).

Juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, Mohammad Naeem, mengatakan kepada VOA, kelompok pemberontak itu tidak tahu adanya rencana untuk benar-benar merealisasikan pembicaraan seperti itu.

Taliban Afghanistan mengatakan mereka tidak tahu akan adanya pembicaraan perdamaian dengan pemerintah Kabul, dan menegaskan bahwa langkah seperti itu tidak akan berhasil sebelum pasukan asing sepenuhnya mundur dan hukum Syariah diberlakukan di negara itu.

Pada hari Selasa (23/2), kelompok empat negara, yang sedang mengusahakan perdamaian di Afghanistan, mengundang Taliban dan kelompok-kelompok lain untuk berpartisipasi melalui perwakilan-perwakilan mereka pada putaran pertama pembicaraan perdamaian langsung dengan pemerintah Afghanistan pada pekan pertama bulan Maret di Pakistan.

Juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, Mohammad Naeem, mengatakan kepada VOA, ia telah membaca laporan-laporan media mengenai kemungkinan pembicaraan perdamaian dengan pemerintah Afghanistan, namun mengatakan kelompok pemberontak itu tidak tahu adanya rencana untuk benar-benar merealisasikan pembicaraan seperti itu.

Ia mengatakan, keberadaan pasukan asing di negara itu merupakan isu yang sesungguhnya, dan tidak ada penyelesaian bagi masalah Afghanistan kecuali semua pasukan asing ditarik mundur dan hukum Syariah diberlakukan di Afghanistan. [ab]

XS
SM
MD
LG