Tautan-tautan Akses

Tak Semua Warga AS Percaya Janji Pemulihan Ekonomi


Capres partai Republik Donald Trump berjanji akan memulihkan infrastruktur Amerika (foto: dok).

Capres partai Republik Donald Trump berjanji akan memulihkan infrastruktur Amerika (foto: dok).

Jelang malam puncak pengukuhan Donald Trump sebagai calon presiden resmi Partai Republik, banyak orang menantikan pernyataan Trump tentang kebijakannya memajukan Amerika sebagaimana yang kerap dikampanyekannya. Tetapi sejumlah warga miskin dan kelas menengah di pinggiran Cleveland, tidak terlalu tertarik mengetahui hal itu.

Peningkatan keamanan terasa di pusat kota Cleveland, terutama di sekitar arena Quicken Loans dan jalan-jalan utama di sekelilingnya, menjelang malam puncak pengukuhan Donald Trump sebagai calon presiden Partai Republik. Suasana gegap gempita pun terasa dengan kehadiran tim teknis yang memeriksa kelengkapan acara, mulai dari spanduk, layar televisi berukuran raksasa, lampu sorot, hingga ribuan balon yang akan dilepaskan begitu pengukuhan selesai.

Sekitar 1.500 wartawan pun sudah memasuki arena sejak pagi. Begitu besar hasrat para delegasi dan mereka yang hadir di arena konvensi – dan tentunya juga seluruh warga Amerika yang menyaksikan lewat siaran langsung televisi dan radio – tentang apa yang akan disampaikan Donald Trump dalam pengukuhan nanti.

Tidak Semua Warga Cleveland Peduli dengan Dinamika Politik

Tapi ternyata tidak semua warga Amerika peduli dengan hal itu. Sejumlah warga Cleveland, terutama yang berada di daerah pinggiran, mengatakan tidak yakin Donald Trump atau siapa pun Presiden yang terpilih nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

''Every other house over here is torn up, torn up," keluh Helen Martin.

Rumah Helen Martin di Mt. Pleasant hanya terletak sekitar 10 kilometer di bagian tenggara kota Cleveland. Bertolakbelakang dengan suasana gemerlap di Konvensi Nasional Partai Republik, kumuhnya pemukiman di Mt. Pleasant menunjukkan daerah ini seakan tak tersentuh pembangunan.

''Infrastruktur di negara ini sudah hancur. Lihat betapa kumuhnya pemukiman ini," tambah Helen.

Hal senada disampaikan George Myer yang memiliki dua pekerjaan yaitu sebagai pengantar makanan dan supir Uber demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

''Saya tidak percaya Donald Trump atau siapapun yang terpilih nanti bisa mengubah keadaan," tutur George.

Donald Trump Berjanji akan Pulihkan Infrastruktur Amerika

Miliarder Donald Trump berjanji akan memulihkan infrastruktur Amerika di seluruh kota, termasuk Cleveland, dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini bahkan menjadi tema besar konvensi pada hari kedua – ''Make America Work Again''. Sejumlah pembicara yang datang ketika itu juga menyampaikan kesiapan mereka membantu Trump menciptakan kondisi yang kondusif di pepabrikan dan daerah-daerah dimana tingkat penganggurannya masih tinggi.

Pengembang usaha di Ohio Alan Stockmeister menegaskan hal ini.

''Ini soal lapangan kerja. Salah satu platform partai ini adalah pembangunan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja berarti menciptakan infrastruktur dan membangun ekonomi. Kita harus melakukan kedua hal tersebut," ujarnya.

Hal serupa disampaikan delegasi dari negara bagian Ohio, Bob Sebo.

''Semua dimulai dengan kepemimpinan di tingkat lokal. Kita harus punya pemimpin di komunitas-komunitas lokal itu yang memahami pembangunan ekonomi dan apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kesempatan kerja bagi mereka," papar Bob.

Warga melakukan protes anti Trump dalam Konvensi Partai Republik di Cleveland, Ohio (19/7).

Warga melakukan protes anti Trump dalam Konvensi Partai Republik di Cleveland, Ohio (19/7).

Banyak Warga Cleveland Tak Lagi Percaya dengan Janji Politik

Tetapi banyak warga di Cleveland tidak yakin dengan janji-janji itu.

''Bagi saya hidup justru makin susah. Sebagai mahasiswa imigran, saya harus bekerja keras supaya bisa membayar uang kuliah," kata RayJefferson.

''Pesan sebenarnya yang saya dapatkan dari Trump adalah 'jika kita berada di bawah, kita akan tetap berada di bawah' tetapi 'jika kita berada di atas maka ia akan menjaga kita," tambahnya.

Mereka tidak sendiri. Warga Amerika keturunan Afrika di Ohio secara terang-terangan menolak Donald Trump. Juga sejumlah komunitas imigran seperti yang berasal dari Amerika Latin dan Filipina.

''Saya dibawa ayah saya sejak masih kecil dan saya lihat orang-orang seperti Trump tidak pernah memperjuangkan saya," ujar Fernando.

''Belum ada pemimpin bisa memperjuangkan nasib kami. Saya tidak melihat itu pada Trump dan saya juga ragu Clinton akan melakukannya," kata Miarma.

Warga Tak Yakin Capres Kedua Partai Tahu Masalah

Marie Kittredge yang mengelola organisasi yang membantu mengembangkan komunitas miskin di Cleveland juga mengatakan tidak yakin Donald Trump atau Hillary Clinton benar-benar memahami masalah yang dihadapi komunitas miskin Amerika.

''Kita bukan bangsa yang mengharga pentingnya investasi bagi masyarakat," tukas Marie.

Siapa pun yang terpilih sebagai presiden Amerika nanti – Donald Trump atau Hillary Clinton – memang memiliki pekerjaan rumah yang tidak sedikit. Dan mengembalikan keyakinan masyarakat pada kemampuan pemerintah memulihkan kehidupan mereka adalah salah satu diantaranya. Kerja nyata tentu lebih diperlukan dibanding janji-janji semata. [em]

XS
SM
MD
LG