Tautan-tautan Akses

AS: Tidak Ada Indikasi Alih Kekuasaan di Korea Utara


Pemimpin Korut Kim Jong Un tidak terlihat di depan publik sejak 3 September lalu (foto: dok).

Pemimpin Korut Kim Jong Un tidak terlihat di depan publik sejak 3 September lalu (foto: dok).

Pejabat pemerintah AS hari Minggu (12/10) mengatakan tidak melihat adanya indikasi soal terjadinya alih kekuasaan di Korea Utara, di tengah pertanyaan tentang keberadaan pemimpin Korut Kim Jong Un yang tidak terlihat di depan publik sejak 3 September lalu.

Penasehat Keamanan Nasional Amerika Susan Rice mengatakan pemerintahan Obama tidak melihat tanda-tanda pasti telah terjadinya pergantian kekuasaan di Korea utara, sementara media resmi pemerintah negara itu sama sekali tidak menjelaskan keberadaan pemimpin mereka – Kim Jong Un.

Beberapa analis mengatakan ketidakhadiran Kim Jong Un mungkin merupakan upaya terbaru untuk menarik perhatian sementara masyarakat dunia sedang disibuki oleh peristiwa-peristiwa lain.

Tampil di program televisi NBC “Meet the Press”, Susan Rice ditanya apakah ia percaya bahwa Kim Jong Un masih menjadi pemimpin Korea Utara.

“Tentu saja kami memperhatikan dengan sangat seksama apa yang sedang terjadi di Korea Utara. Korea Utara adalah negara yang kami awasi dengan perhatian sangat besar. Saat ini kami tidak melihat indikasi apapun terjadinya pergantian kekuasaan di Korea Utara,” kata Rice.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Rabu (8/10) pekan lalu hampir tidak mengatakan apapun tentang keberadaan Kim Jong Un, selain mengatakan bahwa ia tahu tentang laporan tersebut dan menambahkan bahwa hanya ada sedikit informasi yang bisa dipercaya yang dikeluarkan oleh rejim Korea Utara yang disebutnya “tertutup”.

Kim Jong Un yang diperkirakan berusia sekitar 30an, tidak tampak di depan umum sejak 3 September lalu dan tidak hadir dalam upacara hari Jum’at lalu guna memperingati hari jadi Partai Pekerja Korea Utara yang kini berkuasa. Media pemerintah mengatakan pemimpin Korea Utara itu merasa “kurang enak badan”.

Sebelumnya, seseorang yang mengaku punya akses ke rezim di Korea Utara mengatakan, Kim Jong Un tidak terlihat pada peristiwa di depan umum, karena ia sedang menderita cedera kaki ketika ikut dalam sebuah latihan militer.

Penjelasan ini datang di tengah-tengah spekulasi bahwa Kim berada dalam kondisi kesehatan buruk atau tidak lagi berkuasa. Sumber itu mengatakan kepada Reuters, Kim cedera di pergelangan kaki dan lutut pada akhir Agustus atau awal September selama berlangsung sebuah latihan militer.

Wakil Ketua Masyarakat Korea Stephen Noerper mengatakan tidak melihat ketidakhadiran Kim Jong Un sebagai hal yang penting. Ditambahkannya bahwa sesuatu mungkin terjadi pada Kim, meski ia mengatakan beberapa analis yang mengamati Korea Utara dengan seksama tidak tahu apakah Kim sedang menjadi sasaran perebutan kekuasaan di negara itu, sedang sakit atau sekedar berusaha menarik perhatian internasional yang kini sedang sibuk memperhatikan masalah Timur Tengah dan Ukraina.

Korea Utara juga sedang terlibat perundingan dengan Jepang terkait penculikan sejumlah warga Jepang. Bruce Bennet dari RAND Corporation mengatakan kegiatan diplomatik ini merupakan isyarat terjadinya masalah dalam perekonomian dan masyarakat Korea Utara.

Meskipun demikian Korea Utara tampaknya enggan berunding dengan Amerika. Suratkabar Washington Post mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Obama yang mengatakan, Korea Utara “sedang berupaya supaya dipandang sebagai negara yang normal di panggung dunia, sehingga dapat melanjutkan program nuklir mereka”.

Evans Revere – bekas perunding Amerika dengan Korea Utara yang juga peneliti senior di Center for Northeast Asian Policy Studies – mengatakan Korea Utara mungkin sedang mengikuti pola yang biasa dikenal yaitu : bermanis-manis muka, disusul dengan perjanjian, kemudian menghentikan dialog, membatalkan perjanjian dan kembali meningkatkan ketegangan.

Pekan lalu kedua Korea terlibat tembak-menembak dalam skala kecil, setelah Korea Utara menembak balon penuh propaganda yang dikirim oleh aktivis-aktivis Korea Selatan.

XS
SM
MD
LG