Tautan-tautan Akses

Tahun Depan Diperkirakan Cocok bagi Korut Kembangkan Nuklir


Thae Yong-ho, mantan diplomat kedua tertinggi Korea Utara di London, memberikan keterangan di hadapan Dewan Komite Intelijen Nasional Korea Selatan di Seoul, 23 Desember 2016 (Foto: dok).

Thae Yong-ho, mantan diplomat kedua tertinggi Korea Utara di London, memberikan keterangan di hadapan Dewan Komite Intelijen Nasional Korea Selatan di Seoul, 23 Desember 2016 (Foto: dok).

Thae Yong-ho, mantan diplomat kedua tertinggi Korea Utara membelot ke Korea Selatan bulan Agustus, dan menjadi pejabat tertinggi Korea Utara yang membelot dalam hampir 20 tahun.

Tahun depan merupakan waktu yang paling cocok bagi Korea Utara untuk memperkuat program nuklirnya karena pergantian pemimpin dalam waktu dekat di Amerika Serikat dan Korea Selatan, menurut seorang pejabat tinggi Korea Utara yang telah membelot baru-baru ini ke Selatan.

“Dengan penyelenggaraan pemilihan presiden di Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang dalam transisi pemerintahan, Utara memandang tahun 2017 sebagai waktu yang paling baik untuk pengembangan nuklir,” kata Thae Yong-ho, mantan diplomat kedua tertinggi Korea Utara di London.

Thae membelot ke Korea Selatan bulan Agustus, dan menjadi pejabat paling tinggi Korea Utara membelot dalam hampir 20 tahun.

Dalam jumpa pers hari Selasa (27/12) dengan para wartawan Korea Selatan, Thae menegaskan ia tidak mengetahui status program nuklir Korea Utara, tetapi mengutarakan keyakinan bahwa China tidak akan menghukum berat Korea Utara atas program nuklirnya karena kalau Utara ambruk, ini dapat menghasilkan hubungan persahabatan antara Amerika dan gabungan kedua Korea.

Thae mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jung-un tidak berencana untuk menghilangkan senjata nuklir negaranya, meskipun ia ditawarkan uang yang sangat besar. Diplomat yang membelot itu mengatakan Kim sedang mempercepat program pengembangan nuklir negaranya dengan maksud untuk memiliki senjata nuklir sebelum akhir tahun depan. [gp]

XS
SM
MD
LG