Tautan-tautan Akses

Tahanan Kuba Meninggal Setelah Mogok Makan Tujuh Minggu


Ramona Rivero, seorang anggota 'Wanita Berbaju Putih' kelompok ibu peduli tahanan, meletakkan bunga di sekitar buku pernyataan duka mengenang kematian Wilman Vilar di penjara Havana (20/1).

Ramona Rivero, seorang anggota 'Wanita Berbaju Putih' kelompok ibu peduli tahanan, meletakkan bunga di sekitar buku pernyataan duka mengenang kematian Wilman Vilar di penjara Havana (20/1).

Wilman VIllar Mendoza, aktivis HAM Kuba meninggal dunia dalam penjara, setelah melakukan aksi mogok makan selama tujuh minggu.

Aktivis-aktivis HAM Kuba mengatakan pembangkang Wilman VIllar Mendoza yang dipenjara, telah dimakamkan di kota kelahirannya di Kuba Timur. Mereka mengatakan Villar yang berusia 31 tahun dan telah sejak lama menderita pneumonia, meninggal dunia hari Kamis setelah melakukan mogok makan selama tujuh minggu.

Bulan November lalu Villar ditahan setelah ikut serta dalam sebuah unjukrasa. Beberapa hari kemudian ia diadili dan dihukum karena berbagai tuduhan kejahatan, termasuk bersikap tidak patuh dan melawan perintah penahanan. Para aktivis mengatakan ia telah berhenti makan untuk memprotes hukumannya.

Juru bicara Presiden Amerika Barack Obama mengatakan perhatian dan doa ditujukan kepada keluarga Villar. Sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan kematian tak berperasaan ini menunjukkan tekanan yang terus berlanjut atas rakyat Kuba.

Kelompok HAM Amnesti Internasional dalam sebuah pernyataan hari Jum’at mengatakan, pemerintah Kuba merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas kematian Villar.

Menurut Amnesti Internasional, Villar telah dihakimi dan dipenjara karena menunjukkan haknya untuk menyatakan pendapat secara bebas. Amnesti Internasional juga mengatakan pemerintah Kuba “harus menghentikan pelecehan, penganiayaan dan pemenjaraan para demonstran dan aktivis-aktivis politik dan HAM”.

Pemerintah Kuba belum memberi tanggapan atas kematian Virral.

Dua tahun lalu masyarakat internasional juga mengutuk Kuba ketika seorang pembangkang yang dipenjara lainnya, Orlando Zapata Tamayo, tewas setelah mogok makan selama 85 hari memprotes kondisi penjara. Ibu Zapata pada bulan Februari 2010 menyalahkan para pejabat Kuba atas kematian putranya.

XS
SM
MD
LG