Tautan-tautan Akses

Tabrakan KRL dan Truk BBM, 6 Tewas di Jakarta


Warga menonton di lokasi tabrakan kereta KRL dan truk pengangkut BBM di Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Warga menonton di lokasi tabrakan kereta KRL dan truk pengangkut BBM di Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Sedikitnya 6 orang tewas dan 81 lainnya luka-luka dalam insiden tabrakan kereta api dan truk pengangkut bensin di Jakarta Senin (9/12) siang.

Sedikitnya 6 orang tewas dan 81 lainnya luka-luka dalam insiden tabrakan kereta api dan truk pengangkut bensin di Jakarta Senin siang. Lebih dari 70 kereta api lain terpaksa berhenti beroperasi akibat kecelakaan yang terjadi di jalur tengah lalu lintas kereta api Jakarta.

Tabrakan antara kereta api jurusan Serpong menuju Tanah Abang dengan truk tangki Pertamina yang mengangkut 24 kilo liter bensin tak terhindarkan ketika truk tangki yang menerobos pintu lintasan kereta api mendadak mogok di lintasan tersebut. Sia-sia upaya petugas lintasan kereta api yang melambai-lambaikan bendera merah, meminta masinis kereta yang hanya berjarak beberapa ratus meter untuk menghentikan keretanya.

Kereta api yang dikemudikan Darman Prasetyo itu pun menabrak truk tangki dan menimbulkan kebakaran dahsyat. Kepala kereta api dan gerbong pertama – yang khusus diperuntukkan bagi perempuan dan anak-anak – terguling. Masinis Darman Prasetyo, asisten masinis Agus Suroto dan petugas layanan kereta api Sofyan Hadi – bersama tiga penumpang di gerbong pertama – tewas seketika.

Delapan puluh satu penumpang lainnya luka-luka. Demikian pernyataan Direktur PT. Kereta Api Indonesia KAI Tri Handoyo saat dihubungi melalui telefon oleh VOA Senin siang.

“Insiden terjadi jam 11.20 siang di lintasan Teluk Betung ke arah Palmerah. Mobil tangki isi BBM premium 24 kilo liter menerobos pintu perlintasan yang sudah tertutup – di kiri dan kanan. Ketika menerobos pintu perlintasan, mobil tangki itu mogok di tengah jalan. Petugas penjaga pintu perlintasan sudah memperingatkan dan pergi ke tengah rel membawa bendera merah. Tapi kecelakaan tak terhindarkan,” kata Tri Handoyo.

Tri Handoyo menampik asumsi bahwa pintu lintasan kereta api tidak tertutup ketika kereta api akan melintas.

Ia menambahkan, “Kami telah memasang berbagai rambu lalu lintas di setiap pintu perlintasan – lambang cross berwarna kuning. Setiap pengemudi seharusnya berhenti dan melihat ke kiri dan kanan sebelum menyebrangi lintasan kereta api. Lepas dari ada tidaknya pintu lintasan, penjaga pos atau ada tidaknya sirene. Tapi saat kejadian kemarin, pintu lintasan telah ditutup”.

Akibat kecelakaan yang terletak di jalur tengah kereta api itu, sekitar 70 kereta api lain tidak bisa beroperasi. Diperkirakan operasi kereta api baru normal kembali Selasa pagi.

“Banyak sekali kereta kita yang tidak jalan. Ada sekitar 70 kereta tidak jalan karena kecelakaan terjadi di tengah2. Untuk saat ini KA yang terguling dan mobil yang terbakar sudah dievakuasi. Jadi rel dari hulu hilir sudah bersih dari halangan. Masalah utamanya adalah listrik aliran atas yang terputus karena tiangnya roboh. Jadi perlu penanganan lebih lama. Mungkin baru selesai jam 3 pagi ini dan kami harap kereta pertama sudah bisa berfungsi seperti biasa besok pagi,” ujarnya.

Pihak PT. Kereta Api Indonesia dan Jasa Rahardja memberikan santunan sekitar 65 hingga 115 juta bagi korban tewas, dan sekitar 40 juta bagi korban luka-luka.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG