Tautan-tautan Akses

Tabrakan Kapal di Selat Sunda, 7 Tewas


Suasana di Selat Sunda. (Foto: Dok)

Suasana di Selat Sunda. (Foto: Dok)

Tujuh orang tewas sementara 208 orang dievakuasi akibat tabrakan antara kapal feri dan kapal kargo di Selat Sunda.

Pejabat pemerintahan mengatakan bahwa tujuh orang tewas setelah kapal motor cepat yang ditumpanginya tabrakan dengan kapal tanker dan tenggelam di Selat Sunda.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan, seperti dikutip kantor berita Associated Press, mengatakan bahwa 208 awak kapal dan penumpang telah dievakuasi setelah kecelakaan yang terjadi Rabu (26/9) subuh.

Masih belum jelas berapa jumlah penumpang yang ada di kapal motor cepat, yang memiliki sekitar 30 awak kapal itu.

Kapal motor cepat Bahuga Jaya yang berlayar dari Jawa ke Sumatera itu tenggelam setelah tabrakan dengan kapal tanker berbendera Singapura Norr Gastar , sekitar enam kilometer dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Budiharto kepada VoA menjelaskan kapal tanker itu mengangkut minyak gas dari Afrika Selatan menuju Singapura.

“[Faktor] cuaca saya kira tidak, kan mereka punya lampu dan radar kapal. Hingga kini masih dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan di bawah koordinasi Badan SAR Nasional. Tim SAR gabungan ini dari Marinir, TNI AL, Polisi Air Udara (Polairud) dan SAR Jakarta, kurang lebih 40 orang. Pencarian ini dilakukan dalam beberapa hari ke depan, tergantung dari Basarnas,” ujar Budiharto.

Saat ini tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian Daerah Lampung menurut Budiharto, tengah melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini.

Ketua Forum Transportasi Laut Masyarakat Transportasi Indonesia Ajiph Razifwan Anwar memperkirakan ada dari kedua awak kapal yang tidak mematuhi aturan navigasi ketentuan internasional tentang Peraturan Pencegahan Tabrakan Kapal (International Regulations for Preventing of Collisions at Sea 1972).

Sebelumnya, pada Juni lalu, sedikitnya ada lima kali kecelakaan kapal, termasuk Kecelakaan Kapal Motor Putri Ayu di perairan laut Alang Maluku pada 16 Juni yang menyebabkan belasan orang tewas, hingga yang terakhir tabrakan dua kapal kargo, KM Anugrah Jasa dan KM Mutia Lajoni, di wilayah Tiworo Kepulauan (Tikep), Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara pada 24 Juni.
XS
SM
MD
LG