Tautan-tautan Akses

Warga Swiss Tolak Pembatasan Ketat Imigrasi


Warga Swiss dalam aksi menolak pembatasan ketat imigrasi menjelang referendum hari Minggu (30/11).

Warga Swiss dalam aksi menolak pembatasan ketat imigrasi menjelang referendum hari Minggu (30/11).

Pemilih Swiss Minggu (30/11) menolak referendum untuk membatasi imigran yang dicap sebagai xenophobic, atau ketakutan berlebihan terhadap warga asing.

Para pemilih Swiss dengan suara bulat menolak usul pemberlakuan pembatasan tegas imigrasi, suatu referendum yang dicap kelompok penentangnya sebagai “xenophobic” dan berbahaya bagi perekonomian.

Hasil pendahuluan menunjukkan 73% pemilih memutuskan “menolak” inisiatif yang disebut “Ecopop” itu.

Usul itu, jika disetujui, akan membatasi pertumbuhan imigrasi hanya 0,2% dari jumlah penduduk atau berarti hanya menerima tambahan 16 ribu orang per tahun dibandingkan tingkat pertumbuhan imigrasi saat ini yaitu sekitar 80 ribu per tahun.

“Ecopop” juga menyerukan warga Swiss untuk menggunakan 10% anggaran bantuan pembangunan internasionalnya untuk program-program keluarga berencana di luar negeri, suatu langkah yang menurut para pengecam bernada “neokolonialisme”.

Para pendukung RUU itu mengatakan arus masuk warga asing secara besar-besaran meningkatkan secara drastis jumlah penduduk di Swiss dan menyusutkan jumlah lahan hijau dan alam yang luar biasa indah.

Referendum hari Minggu (30/11) ini merupakan yang kedua tahun ini di Swiss terkait imigrasi. Bulan Februari lalu, persetujuan atas sebuah inisiatif menuntut quota imigrasi dari Uni Eropa supaya menanyakan komitmen bukan warga Swiss terhadap pergerakan orang secara bebas berdasarkan prinsip hubungan ekonomi Swiss dengan Uni Eropa.

Sementara itu referendum kedua – yang ditentang oleh 78% pemilih – menyerukan kepada bank sentral Swiss untuk menaikkan cadangan emasnya. Referendum ketiga yang akan menghapus salah satu tunjangan pajak terbesar untuk ekspatriat kaya di Swiss juga ditolak.

XS
SM
MD
LG