Tautan-tautan Akses

Swiss Tolak Deportasi Otomatis Penjahat Asing


Warga di Bern, Swiss melakukan protes anti Xenophobia atau ketakutan terhadap warga asing dan imigran (foto; ilustrasi).

Warga di Bern, Swiss melakukan protes anti Xenophobia atau ketakutan terhadap warga asing dan imigran (foto; ilustrasi).

Rakyat Swiss telah menolak usulan deportasi otomatis bagi warga asing yang didakwa bersalah, bahkan untuk kejahatan ringan.

Usulan deportasi otomatis, yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss (SVP) yang beraliran politik sayap kanan itu, ditolak hari Minggu (28/2) dengan 59 persen suara pemilih, seperti yang diberitakan situs pemerintah.

Dalam usulan ini, warga asing akan dideportasi setelah menyelesaikan hukuman atas kejahatan serius seperti pembunuhan, perkosaan dan perampokan bersenjata, atau melakukan dua kejahatan ringan yang dilakukan dalam jangka waktu 10 tahun, seperti mengemudikan kendaraan melewati batas kecepatan, perampokan atau berdebat dengan polisi.

Referendum yang diajukan itu tidak menyediakan hak banding, di mana terdakwa akan dideportasi untuk setiap kasus, tanpa mempertimbangkan situasi individu tersebut.

Para pendukung usulan tersebut mengatakan ini akan membuat Swiss lebih aman, dan mereka menggunakan statistik yang menunjukkan bahwa warga asing menempati sel-sel penjara diluar batas yang umum. Warga asing di Swiss jumlahnya kira-kira seperempat dari penduduk Swiss.

Pemerintah Swiss menentang langkah tersebut. Anggota dewan federal Simonetta Sommaruga memberitahu televisi RTS bahwa para pemilih telah mengirim pesan: "HAM adalah penting di negara kita. Seharusnya tidak dibatasi.''

Juga, para aktivis dan pemimpin bisnis mengatakan rencana itu akan melanggar HAM dan menyulitkan hubungan dengan mitra dagang utama Swiss, yakni Uni Eropa. [zb]

XS
SM
MD
LG