Tautan-tautan Akses

Swiss Adakan Kontes untuk Pilih Lagu Kebangsaan Baru


Bendera Swiss dipasang di Rio de Janeiro pada Piala Dunia (29/5).

Bendera Swiss dipasang di Rio de Janeiro pada Piala Dunia (29/5).

Lagu 'The Swiss Psalm' yang diciptakan pada 1841 oleh para kritikus disebut kurang bersemangat dan terlalu mirip himne.

Lebih dari 200 penulis lagu mengikuti kompetisi publik di Swiss untuk mendapatkan lagu kebangsaan nasional yang baru dan lebih bersemangat, karena lagu yang ada dianggap terlalu khidmat.

Kontes tersebut, diorganisir oleh Masyarakat Swiss untuk Kebaikan Umum, bertujuan menggantikan The Swiss Psalm, yang diciptakan oleh Alberich Zwyssig, seorang biarawan Swiss, pada 1841, yang oleh para kritikus disebut terlalu mirip himne dan tampak janggal digunakan di zaman modern.

Beberapa menunjuk pada peristiwa di Piala Dunia beberapa waktu lalu, ketika tim multietnis dari Swiss menggumamkan lagu kebangsaan dalam pertandingan melawan Perancis, sementara tim lawan menyanyikan La Marseillaise dengan penuh kepercayaan diri.

"Liriknya sangat sulit dan banyak yang tidak bisa teridentifikasi dengan teksnya karena awalnya merupakan lagu gereja," ujar Lukas Niederberger, direktur lembaga tersebut, yang merupakan badan independen yang dihormati dan telah berusia 200 tahun.

Lagu kebangsaan itu telah dicemooh sebagai "laporan cuaca Swiss" karena menyebut pegunungan Alpen, langit pagi dan lembah yang berkabut. Hanya persentase kecil dari populasi yang mengatakan hapal satu bait lagu tersebut di luar kepala.

Dari 208 lagu yang masuk, 129 ditulis dalam bahasa Jerman, 60 dalam bahasa Perancis, tujuh bahasa Italia dan 10 dalam bahasa Romantsch, bahasa minoritas yang dipakai di Swiss tenggara. Niederberger mengatakan lembaganya mencari lagu kebangsaan yang cocok dengan acara-acara nasional dan dapat dinyanyikan oleh masyarakat umum.

Lirik yang baru harus merefleksikan nilai-nilai termasuk demokrasi, pengakuan keberagaman, kebebasan, perdamaian dan solidaritas. (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG