Tautan-tautan Akses

Swedia, Norwegia Gelar Malam Pembagian Hadiah Nobel


Yoshinori Ohsumi, guru besar Institut Teknologi Tokyo tersenyum di depan papan ucapan selamat di Yokohama, Jepang, 3 Oktober 20916, usai pengumuman anugerah Nobel yang diterimanya tahun ini (Foto: dok/Kyodo/via REUTERS).

Tahun ini hal besar yang dipersengketakan adalah pemberian hadiah kesusasteraan kepada penulis lagu dan musikus Amerika Bob Dylan atas koleksi lirik lagu-lagunya yang besar.

Sabtu malam (10/12) di Skandinavia, sejumlah hadiah penting di dunia akan diberikan untuk bidang fisika, kimia, kedokteran, sastra, ekonomi dan perdamaian dunia, semuanya didanai oleh warisan seorang industrialis terkenal yang menciptakan dinamit.

Untuk masing-masing pemenang tersebut, gelar "pemenang Hadiah Nobel" - dari nama Alfred Nobel, penemu dan dermawan Swedia, akan melekat pada nama-nama mereka untuk selanjutnya.

Tapi tahun ini hal besar yang dipersengketakan adalah pemberian hadiah kesusasteraan kepada penulis lagu dan musikus Amerika Bob Dylan atas koleksi lirik lagu-lagunya yang besar. Para pendukung tradisi mencemoohkan pilihan itu dan mengatakan hadiah itu seharusnya diberikan kepada pengarang tradisional.

Novelis Amerika keturunan Rusia Gary Shteyngart, misalnya, mengatakan melalui twitter dengan sinis, "Saya benar-benar setuju dengan keputusan komite Nobel. Membaca buku sulit."

Novelis Stephen King mendukung Dylan dalam majalah Rolling Stone minggu ini, "Orang-orang mengeluh tentang hadiah Nobel untuk Dylan karena tidak mengerti atau karena iri." Stephen King menambahkan, "Banyak penulis yang patut tapi tidak pernah mendapat Hadiah Nobel. Dan Gary Shteyngart mungkin adalah salah satu dari mereka." [sp/isa]

XS
SM
MD
LG