Tautan-tautan Akses

Suu Kyi Tawarkan Jadi Mediator Sengketa Tambang Burma


Aung San Suu Kyi tiba di kota Monywa, Burma barat laut, di mana terjadi sengketa perluasan tambang tembaga antara polisi dan warga setempat (29/11).

Aung San Suu Kyi tiba di kota Monywa, Burma barat laut, di mana terjadi sengketa perluasan tambang tembaga antara polisi dan warga setempat (29/11).

Warga desa dan para biksu setempat melakukan protes untuk menentang perluasan tambang tembaga yang dibiayai Tiongkok di Burma barat laut.

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi telah menawarkan diri menjadi mediator sengketa yang melibatkan warga desa dan para biksu yang menentang perluasan tambang tembaga yang dibiayai Tiongkok di Burma barat laut.

Ia menyampaikan tawaran itu hari Kamis ketika mengunjungi tambang itu, beberapa jam setelah polisi menggunakan meriam air, gas air mata, dan bom asap untuk mengusir ratusan demonstran anti-tambang yang telah menduduki wilayah itu selama 11 hari.

Seorang biksu yang bergabung dengan demonstran di kota Monywa memberitahu VOA sedikitnya 20 biarawan lainnya menderita luka bakar dalam operasi polisi dan harus dirawat di rumah sakit. Para saksi mata mengatakan luka bakar itu akibat bahan yang ditembakkan oleh personil keamanan ketika mereka menyerbu kamp-kamp pemrotes sekitar pukul 3:00 dini hari waktu setempat.

Kantor Presiden Burma Thein Sein awalnya menyangkal polisi menggunakan kekerasan yang berlebihan atau bahan kimia berbahaya dalam operasi itu, tetapi beberapa jam kemudian seorang juru bicara memberitahu VOA bahwa presiden memerintahkan agar pernyataan itu dicabut.

Para demonstran yang terusir dari rumah mereka, Kamis, termasuk di antara ratusan orang yang mengabaikan perintah pemerintah agar mengakhiri protes bergaya pendudukan itu. Warga desa dan para biksu itu mengatakan rencana perluasan proyek tambang itu mengancam lingkungan mereka. Mereka juga menuduh pihak berwenang menyita tanah secara ilegal untuk proyek bernilai satu miliar dolar itu.
XS
SM
MD
LG