Tautan-tautan Akses

Suu Kyi Serukan Dialog Demokrasi di Birma Tanpa Prasyarat


Pemimpin pro-demokrasi Birma, Aung San Suu Kyi (kanan) berbicara kepada media di Rangoon, Selasa (13/9).

Pemimpin pro-demokrasi Birma, Aung San Suu Kyi (kanan) berbicara kepada media di Rangoon, Selasa (13/9).

Pemimpin pro-demokrasi Birma itu juga mengatakan akan terus menekan pemerintah sipil Birma untuk membebaskan tahanan politik.

Pemimpin pro-demokrasi Birma Aung San Suu Kyi mengatakan dia akan terus menekan pemerintah sipil baru di negara itu untuk membebaskan semua tahanan politik, tapi dia berpendapat pelepasan tahanan tidak harus menjadi persyaratan untuk pembicaraan lebih lanjut.

Pemenang Nobel itu berbicara Selasa di Rangoon kepada reporter VOA siaran Birma, sementara advokat demokrasi baik di dalam maupun di luar negeri melanjutkan upaya mendorong pemerintah baru menuju reformasi demokratis.

Menurut Suu Kyi, pembicaraan tanpa prasyarat yang dimulai bulan lalu dengan pemerintah dapat membantu mempercepat pelepasan lebih dari dua ribu tahanan yang dipenjara di bawah junta militer yang menyingkir awal tahun ini.

Aung San Suu Kyi juga mengatakan negaranya masih sangat membutuhkan bantuan asing, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan publik. Tapi dia mengatakan sanksi Barat yang luas saat ini seharusnya hanya dihapus sementara bukti menunjukkan bahwa "perubahan nyata telah terjadi dan sudah saatnya untuk pendekatan baru."

Di Washington Senin, Senator AS Jim Webb, yang memimpin subkomisi Senat urusan Asia Timur, mengatakan Washington harus siap menyesuaikan kebijakan-kebijakan terhadap Birma, jika pemerintah Birma terus mendukung dialog dengan oposisi pro-demokrasi negara itu.

XS
SM
MD
LG