Tautan-tautan Akses

Survei: Tokoh-Tokoh Muda Bersinar dalam Politik

  • Iris Gera

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, dinilai berpeluang besar memenangkan pilpres 2014 (foto: dok).

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, dinilai berpeluang besar memenangkan pilpres 2014 (foto: dok).

Survei yang dilakukan lembaga Intrans terkait Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 memunculkan nama-nama yang dinilai patut sebagai tokoh politik, dengan usia relatif muda, yang disukai masyarakat.

Menurut Direktur Institue for Transformation Studies atau Intrans, Andi Saiful Haq, survei yang dilakukan Intrans memang lebih spesifik kepada tokoh muda karena Intras menilai kecenderungan pada masa mendatang, masyarakat semakin berminat berpihak kepada tokoh-tokoh politik usia muda.

Sementara menurut pengamat politik, Indra J Piliang, masyarakat jangan terlampau berharap terhadap tokoh politik muda, karena sudah terbukti beberapa diantaranya justru terjerat kasus korupsi.

Bertempat di Jakarta, Jumat, Intrans merilis hasil survei tentang tokoh muda yang bersinar dalam politik selama tahun 2014. Menurut Direktur Instrans, Andi Saiful Haq, 20 persepsi yang disampaikan masyarakat dalam proses survei diantaranya: merakyat, berpihak kepada rakyat dan aspiratif. Dari 20 persepsi tersebut, nama Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo paling banyak disukai masyarakat.

“Untuk merakyat dipegang oleh Jokowi, kemudian Tri Risma Harini, Ganjar Pranowo. Yang berpihak kepada rakyat: Jokowi, Tri Risma Harini, Basuki Tjahaja Purnama. Cepat: Jokowi, Hary Tanoe, Ridwan Kamil. Aspiratif: Jokowi, Tri Risma, Budiman Sudjatmiko. Tegas: Basuki Tjahaja Purnama, Jokowi, Hary Tanoe,” kata Andi Saiful Haq.

Menurut pengamat politik dari The Indonesian Institute, Indra J Piliang, tokoh muda dalam politik memang semakin disukai, namun masyarakat harus tetap teliti dan cerdas karena banyak tokoh muda yang melakukan tindak pidana korupsi.

Pada kesempatan sama, dosen Universitas Paramadina, Jakarta, Al Araf mengatakan, Pemilu 2014 dapat dijadikan momentum munculnya tokoh-tokoh muda dalam politik karena semakin disenangi masyarakat, diantaranya karena dinilai cerdas, aktif, jujur dan aspiratif. Namun ditambahkannya masyarakat juga harus kritis terhadap tokoh-tokoh muda dalam politik.

“Apakah mereka sesungguhnya ingin menjadi seorang politisi, atau sebatas kebetulan menjadi politisi, sejatinya menjadi seorang politisi itu tugas suci karena politik sesungguhnya bicara tentang bagaimana membahagiakan rakyat. Politik kita kedepan dengan variasi yang beragam ini justru berharap akan bisa menjadi momentum untuk pertarungan politik gagasan,” kata Al Araf.

Intras juga mencatat tiga partai politik yang paling banyak menampilkan tokoh muda yaitu PDIP, disusul Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG