Tautan-tautan Akses

AS

Survei: Citra Global AS Tak Dirusak Isu Pengintaian


Lambang di luar kampus Badan Keamanan Nasional AS (NSA) di Fort Meade, Maryland. (AP/Patrick Semansky)

Lambang di luar kampus Badan Keamanan Nasional AS (NSA) di Fort Meade, Maryland. (AP/Patrick Semansky)

Sebuah jajak pendapat Pew Research Center menunjukkan bahwa Amerika masih jauh lebih populer di seluruh dunia dibandingkan China yang bangkit menjadi kekuatan baru.

Oposisi global yang menyebar luas terhadap pengintaian elektronik yang dilakukan oleh Amerika Serikat, yang dibuka oleh kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) Edward Snowden, ternyata tidak menghancurkan citra keseluruhan negara itu.

Sebuah jajak pendapat yang diluncurkan Senin (14/7) oleh Pew Research Center menunjukkan bahwa Amerika masih jauh lebih populer di seluruh dunia dibandingkan China yang bangkit menjadi kekuatan baru.

Dilakukan pada hampir 50.000 responden di 44 negara, survei itu juga menemukan bahwa meski memiliki tingkat persetujuan yang rendah di dalam negeri, Presiden Barack Obama masih sangat populer di seluruh dunia.

Rata-rata 56 persen responden di negara-negara tersebut mengatakan mereka yakin Obama akan melakukan hal yang benar dalam urusan luar negeri, meningkat sedikit dari tahun lalu.

Penurunan terbesar dari popularitasnya secara global, sejak tahun lalu ditemukan di duna negara yaitu Jerman dan Brazil, tempat AS dilaporkan telah mendengarkan pembicaraan telepon pribadi para pemimpin nasional.

Secara keseluruhan, rata-rata 65 persen menunjukkan opini positif terhadap AS, meski tingkatnya hanya 30 persen di Timur Tengah. Di antara 35 negara di seluruh dunia yang disurvei pada 2014 dan 2013, tingkat popularitas AS tidak berubah pada 62 persen.

Sementara itu, rata-rata 49 persen responden menunjukkan opini berpihak pada China, atau 16 persen lebih rendah dari AS. Di Asia, China tidak berada jauh di belakang Amerika dalam hal popularitas, tapi ada peningkatan keresahan mengenai pertumbuhan kekuatannya. (AP)

XS
SM
MD
LG