Tautan-tautan Akses

Survei Bank Dunia: Selandia Baru Tempat Termudah untuk Berbisnis


Sutradara Peter Jackson berdiri di depan meriam aneka warna dari masa Perang Dunia I pada pameran museum yang ia selenggarakan di Wellington, Selandia Baru, 2015.

Sutradara Peter Jackson berdiri di depan meriam aneka warna dari masa Perang Dunia I pada pameran museum yang ia selenggarakan di Wellington, Selandia Baru, 2015.

Sepuluh negara yang paling pesat perbaikannya adalah Kenya, Belarusia, Indonesia (posisi 91), Serbia, Georgia, Pakistan, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Selandia Baru menyingkirkan Singapura sebagai negara termudah untuk melakukan bisnis dalam daftar terbaru dari Bank Dunia, sementara beberapa negara ekonomi baru telah memperbaiki peringkatnya dengan melkukan reformasi ramah bisnis.

Dalam laporan tahunan "Doing Business", Bank Dunia menyebutkan penurunan pajak terkait buruh dan aturan-aturan baru yang mempermudah pembayaran pajak sebagai alasan-alasan utama mengapa Selandia Baru meraih posisi tertinggi dari peringkat dua sebelumnya.

Makedonia menembus 10 besar, sementara Brunei melakukan peningkatan terbesar, dengan naik ke peringkat 72 dari 84 tahun lalu berkat pasokan listrik yang lebih andal, aturan baru mengenai pembayaran utang dan peningkatan perlindungan untuk investor minoritas.

Laporan Bank Dunia melacak perubahan regulasi bisnis di 190 negara untuk keseluruhan siklus bisnis, mulai dari kemudahan memulai bisnis sampai mendapatkan kredit untuk hak cipta.

Laporan itu mencatat bahwa 137 negara melakukan reformasi untuk mempermudah pendirian dan pengoperasian usaha dalam setahun terakhir, dengan lebih dari 75 persen perubahan terjadi di negara-negara berkembang.

Sepuluh negara yang paling pesat perbaikannya adalah Kenya, Belarusia, Indonesia (posisi 91), Serbia, Georgia, Pakistan, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Laporan tahun ini menelusuri faktor perbedaan gender dalam memulai bisnis, mendaftarkan properti dan memberlakukan kontrak, dan ada diskriminsi yang menurunkan skor 38 negara. Dua puluh tiga dari negara-negara tersebut memiliki lebih banyak prosedur untuk perempuan dibandingkan laki-laki untuk memulai bisnis, sementara 16 negara membatasi kemampuan perempuan untuk memiliki dan mengalihkan properti.

Bank Dunia mengatakan kinerja yang lebih baik dalm peringkat "Doing Business" pada umumnya sama dengan penurunan tingkat ketidaksetaraan pendapatan dan berkurangnya kemiskinan. [hd]

XS
SM
MD
LG