Tautan-tautan Akses

AS

Survei: AS Masih Dianggap Kekuatan Ekonomi Besar


Akibat resesi besar yang menimpa AS, posisi China melesat di mata seluruh dunia sebagai kekuatan ekonomi teratas. (Foto: Ilustrasi)

Akibat resesi besar yang menimpa AS, posisi China melesat di mata seluruh dunia sebagai kekuatan ekonomi teratas. (Foto: Ilustrasi)

Penduduk di banyak negara, termasuk Amerika sendiri, mengatakan China akan menggantikan Amerika sebagai kekuatan ekonomi global terkuat.

Amerika Serikat masih dilihat sebagai salah satu kekuatan ekonomi teratas di dunia di banyak negara, menurut jajak pendapat di 39 negara yang dilakukan oleh Proyek Perilaku Global dari Pew Research Center.

Namun akibat resesi besar yang menimpa ekonomi AS, posisi China melesat di mata seluruh dunia, dan banyak yang mengatakan bahwa negara itu pada akhirnya akan menggantikan Amerika sebagai kekuatan ekonomi global terkuat.

Di 22 dari 39 negara yang disurvei, AS dilihat sebagai ekonomi global teratas, sementara China dianggap yang teratas di delapan negara, termasuk sekutu AS Kanada, Inggris, Jerman dan Perancis. Secara mengejutkan, masyarakat Amerika sendiri terbagi dua saat ditanya ekonomi mana yang lebih kuat, dengan 44 persen mengatakan China dan 39 persen memilih AS.

Sejak 2008, jumlah populasi yang menyebut China sebagai ekonomi teratas dunia telah naik dua kali lipat di Spanyol, Jerman dan Inggris, hampir naik tiga kali lipat di Rusia, dan bertambah 22 poin di Perancis. Dari 20 negara yang disurvei oleh Pew pada 2008 dan 2013, semuanya kecuali dua negara sekarang secara signifikan lebih memilih China sebagai kekuatan ekonomi teratas dunia.

Di 18 negara yang disurvei, setengah atau lebih yakin China telah atau akan menggantikan AS sebagai kekuatan ekonomi teratas dunia, sementara mayoritas di hanya tiga negara yakin AS akan mempertahankan posisi teratasnya.

Survei-survei tersebut, dilakukan sebelum berita mengenai program pemantauan lembaga keamanan AS (NSA) menyebar, juga menemukan bahwa 37 dari 39 negara melihat AS sebagai penjaga kebebasan individual yang baik.

Pew Research Center mewawancarai 37.653 responden di 39 negara dari 2 Maret sampai 1 Mei 2013. (AP/Jennifer Agiesta)
XS
SM
MD
LG