Tautan-tautan Akses

Suriah Patuhi Gencatan Senjata


Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam suatu konferensi pers di Jenewa (12/4).

Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam suatu konferensi pers di Jenewa (12/4).

Negara-negara Barat mengusulkan sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai pengerahan misi pengamat ke Suriah untuk mengawasi kepatuhan terhadap gencatan senjata dukungan BB yang rapuh dan mulai berlaku Kamis pagi.

Berdasarkan resolusi itu. Damaskus harus menjamin kebebasan pergerakan penuh dan tanpa rintangan bagi semua personil misi itu. Rancangan resolusi itu mencakup tuntutan terhadap pemerintah Suriah agar mematuhi sepenuhnya rencana perdamaian utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan, termasuk menghentikan penggunaan senjata berat dan penarikan pasukan dan senjata berat dari kawasan penduduk ke barak-barak mereka.

Sebelumnya Kamis, Annan mengatakan ia bersemangat mendapat laporan-laporan yang menyebutkan bahwa gencatan senjata yang rapuh antara pasukan pemerintah dan pemberontak di Suriah tampaknya bertahan, meskipun terjadi kekerasan di sana-sini. Namun menurut para diplomat, Annan jug mengatakan kepada dewan itu bahwa Suriah tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan rencana perdamaian yang diperantarainya pada bulan Maret.

Duta Besar Rusia Vitaly Churkin mengatakan, Moskow merasa senang dengan gencatan itu, tapi meminta semua pihak untuk menunjukkan kebijaksanaan penuh untuk mempertahankan gencatan itu, sementara Dutabesar Tiongkok, Li Baodong, menyerukan agar semua pihak memenuhi komitmen internasionalnya.

Utusan Suriah Bashar Ja’afari membela rezim Presiden Bashar al-Assad, dengan mengatakan bahwa pemerintah telah menghentikan serangan dan berharap milisi oposisi melakukan hal yang sama. Ja’afari mengecam pasukan anti pemerintah atas beberapa aksi kekerasan yang menurutnya terjadi setelah tenggat waktu gencatan senjata dan mengatakan kebenaran telah saatnya terungkap.

Para aktivis HAM mengatakan pasukan Suriah membunuh sedikitnya tiga warga sipil setelah gencatan senjata diberlakukan.
XS
SM
MD
LG