Tautan-tautan Akses

Suriah: Amerika Ciptakan Iklim Buruk di Jenewa


Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem dalam sebuah konferensi pers di Damaskus. (Foto: Dok)

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem dalam sebuah konferensi pers di Damaskus. (Foto: Dok)

Pihak Suriah mengatakan Amerika “berupaya menciptakan iklim yang sangat negatif dalam dialog di Jenewa itu.”

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moallem, Minggu (16/2), menuduh Amerika berupaya menciptakan “iklim buruk” bagi dialog perundingan damai putaran kedua di Jenewa.

Komentar al-Moallem itu disampaikan sehari setelah beberapa pertemuan antara pemerintahan Bashar Al-Assad dan kelompok oposisi yang berupaya menggulingkannya, tanpa menemukan cara untuk mencegah kebuntuan politik yang telah berlangsung lewat konflik selama hampir tiga tahun itu.

Al-Moallem berbicara pada kantor berita Suriah tentang perundingan itu sewaktu delegasi Suriah kembali ke Damaskus Minggu. Ia mengatakan Amerika “berupaya menciptakan iklim yang sangat negatif dalam dialog di Jenewa itu.”

Konflik di Suriah itu berawal dari demonstrasi damai menentang Assad pada Maret 2011 yang kemudian merebak menjadi perang saudara, yang menurut beberapa aktivis telah menewaskan lebih dari 140 ribu orang.

Kantor Urusan HAM PBB mengatakan sejak Januari lalu telah menghentikan pemutakhiran korban tewas akibat perang itu karena tidak lagi bisa memverifikasi sumber-sumber informasi, yang hingga akhir Juli lalu menyatakan korban tewas telah mencapai sedikitnya 100 ribu orang.

Jutaan warga juga terpaksa mengungsi ke berbagai tempat penampungan di daerah-daerah lain yang lebih aman di Suriah atau ke beberapa negara tetangga Suriah.

Amerika, negara-negara Eropa dan Teluk Persia mendukung kelompok oposisi, sementara Rusia dan China mendukung pemerintah Assad.

Mediator PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi telah minta maaf pada rakyat Suriah karena gagal mencapai perdamaian.

Brahimi menjelaskan kepada para wartawan di Jenewa bahwa perundingan damai putaran kedua berakhir Sabtu lalu ketika pemerintah Suriah menolak membahas bagaimana membentuk pemerintah transisi, yang dituntut oleh kelompok oposisi dan negara-negara Barat pendukungnya.

Brahimi akan berkonsultasi dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tentang langkah-langkah selanjutnya.

Khaled Erksoussi, seorang pejabat kelompok kemanusiaan Bulan Sabit Merah Arab-Suriah kepada Associated Press mengatakan timnya pada Minggu berhasil memasuki kota Moadamiyeh di pedalaman Damaskus guna memberikan bantuan makanan untuk pertama kalinya dalam 15 bulan blokade pemerintah.

Erksoussi menambahkan pihaknya diijinkan mengirimkan 500 kantong makanan ke pedalaman Moadamiyeh, kota yang tetap dikepung oleh pasukan dan pos keamanan meski gencatan senjata sudah diberlakukan sejak dua bulan terakhir ini.

Ia meminta agar mendapat izin memberikan lebih banyak bantuan pada sedikitnya 100 ribu warga Moadamiyeh yang diserang senjata kimia Agustus lalu.
XS
SM
MD
LG