Tautan-tautan Akses

AS

Surat Warga AS Sandera ISIS: 'Saya Takut Mati'


Orang tua Abdul-Rahman Kassig (26 years), Ed dan Paula Kassig menceritakan surat dari putranya yang terancam akan menjadi korban pemenggalan kepala ISIS berikutnya (Photo: Video screen grab).

Orang tua Abdul-Rahman Kassig (26 years), Ed dan Paula Kassig menceritakan surat dari putranya yang terancam akan menjadi korban pemenggalan kepala ISIS berikutnya (Photo: Video screen grab).

Dalam sebuah video yang dirilis setelah mengeksekusi petugas bantuan Inggris, Alan Henning pekan lalu, ISIS menyatakan bahwa Abdul-Rahman Kassig akan menjadi korban berikutnya yang akan dipenggal.

Seorang petugas bantuan Indiana yang diancam dipenggal oleh kelompok ISIS, menuangkan dalam sepucuk surat kepada orang tuanya bulan Juni lalu, bahwa dia takut mati. Demikian diungkapkan oleh kedua orangtuanya hari Minggu (5/10).

Kepada media, Ed dan Paula Kassig mengatakan, putera mereka Abdul-Rahman Kassig (26 tahun), yang tampak mempersiapkan mereka atas kematiannya, menyatakan terima kasih atas keteguhan hati kedua orangtuanya.

Kassig ditangkap oleh ISIS tanggal 1 Oktober 2013, di Suriah, pada saat membantu para pengungsi, yang melarikan diri dari perang di negara itu. Dalam sebuah video yang dirilis setelah mengeksekusi petugas bantuan Inggris, Alan Henning pekan lalu, ISIS menyatakan bahwa Abdul-Rahman Kassig akan menjadi korban berikutnya yang akan dipenggal.

Suami-isteri Kassig memohon pembebasan putera mereka dalam video yang dirilis hari Sabtu. Abdul-Rahman, yang sebelumnya bernama Peter, dan pernah bertugas sebagai tentara Amerika Serikat itu, secara sukarela memeluk agama Islam, ungkap orangtuanya, dan menganggap bahwa ini adalah bagian dari perjalanan spiritual putera mereka yang panjang.

XS
SM
MD
LG