Tautan-tautan Akses

Suhu Tinggi Sengsarakan Ratusan Juta Orang di Asia


Seorang perempuan berdiri di depan AC untuk mendinginkan badannya pada saat suhu udara sangat panas di Hyderabad, negara bagian Telangana, India, 31 Mei 2015 (Foto: dok).

Seorang perempuan berdiri di depan AC untuk mendinginkan badannya pada saat suhu udara sangat panas di Hyderabad, negara bagian Telangana, India, 31 Mei 2015 (Foto: dok).

Tahun lalu, gelombang panas di India menewaskan 2.422 orang, jumlah kematian terkait panas yang tertinggi di negara itu selama lebih dari dua dekade.

Suhu udara tinggi yang mencapai rekor dan kemarau yang parah menyengsarakan ratusan juta orang di Asia.

Maximiliano Herrera, pakar klimatologi yang menyelidiki suhu dunia mengatakan, di Asia tenggara gelombang panas tahun ini menyamai yang pernah terjadi pada tahun 1960, 1983 dan 1998. Menurutnya juga, berdasarkan durasi, intensitas dan luas wilayah yang terpengaruh, gelombang panas tahun ini merupakan yang terparah bagi Thailand, Laos dan Kamboja.

Tahun lalu, gelombang panas di India menewaskan 2.422 orang, jumlah kematian terkait panas yang tertinggi di negara itu selama lebih dari dua dekade.

Tahun ini, lebih dari 150 kematian di India selama dua pekan terakhir diduga diakibatkan panas. Herrera mengatakan, dengan suhu udara panas yang terus bertahan dan bahkan meningkat pada pekan-pekan mendatang, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Di negara bagian paling kaya di India, Maharashtra, kemarau terburuk dalam empat dekade tidak hanya menghancurkan pertanian pangan tapi juga menewaskan ternak. Di negara bagian itu, waduk-waduk mengering sehingga mempengaruhi produksi listrik di instalasi-instalasi pembangkit listrik tenaga air dan thermal.

Di Malaysia, ratusan sekolah diperintahkan untuk ditutup dan para petani di negara itu tidak bisa menanam sayuran, Di Thailand, produksi beras diperkirakan mencapai titik terendah pada musim kering kali ini. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG