Tautan-tautan Akses

Suburkan Kembali Lahan Pertanian, Petani Poso Belajar Pupuk Organik

  • Yoanes Litha

Petani Poso belajar pupuk organik (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Petani Poso belajar pupuk organik (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Sudah sejak lama penggunaan pupuk kimia ditengarai bukannya menyuburkan lahan, melainkan menurunkan kualitas lahan menghasilkan pangan yang sehat, dan tak jarang justru merusak lingkungan.

Berbekal sekop dan sepatu bot, belasan petani anggota kelompok tani Buana Lestari di desa Leboni, kecamatan Pamona Puselemba, kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, membersihkan kotoran di beberapa kandang yang berisi sembilan ternak sapi Bali. Bau tidak sedap dari kotoran yang masih basah itu sudah menjadi hal yang biasa bagi puluhan petani yang kini sedang belajar mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Ketua Kelompok tani Buana Lestari Gusti Ngurah Merta Muaba mengatakan kepada VOA, kotoran sapi itu akan dikeringkan dan digiling menggunakan mesin untuk menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.

“Dengan dihasilkannya pupuk organik ini, tentunya biaya produksi dalam pengolahan lahan tentunya bisa diminimalisir ketimbang kita menggunakan pupuk kimia. Disamping itu, kita sekaligus menjaga ciptaan Tuhan,” kata Gusti.

Petani Poso belajar pupuk organik (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Petani Poso belajar pupuk organik (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Pembuatan dan penggunaan pupuk organik yang mulai berkembang di kalangan petani di kabupaten Poso, Sulawesi Tengah digagas oleh Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Manado atau PSE-KM untuk membantu para petani miskin menghasilkan pupuk organik secara mandiri guna menghasilkan pangan yang sehat. Beberapa tahun terakhir ini para petani merasa tidak mendapat hasil maksimal dari lahan pertanian mereka akibat penggunaan pupuk kimia selama puluhan tahun.

Gagasan PSE-KM itu mendapat dukungan dari pemerintah Australia, yang pada bulan Agustus lalu menyalurkan bantuan pengadaan sapi Bali dewasa untuk dipelihara oleh tiga kelompok tani. Kotoran sapi itu yang kemudian diolah bersama limbah pertanian lain seperti batang pisang dan jerami, menjadi pupuk organik.

Petani Poso belajar pupuk organik (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Petani Poso belajar pupuk organik (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Romo Yoy Clemens Derry dari Komisi PSE Keuskupan Manado meminta para petani di tiga desa yang terletak di kecamata Pamona Puselemba dan Pamona Selatan agar tidak menyerah untuk menyelamatkan bumi dan lingkungan hidup melalui kegiatan pertanian organik. Ia meyakinkan bahwa kegiatan pertanian organik ini tidak saja akan menghasilkan pangan yang sehat, tetapi sekaligus merawat lingkungan hidup.

“Ini adalah fasilitas bagi kita untuk merawat dan menjaga bumi sebagai rumah bersama, sebagai rahim pangan yang sehat dan berkelanjutan bagi kita. Pantang menyerah, jangan pernah mundur di dalam menjalankan itu sistem pertanian organik,” kata Romo Yoy.

Pelaksanaan pola pertanian organik diharapkan akan semakin diperluas ke daerah-daerah lain guna menghasilkan pangan yang lebih sehat. [yl/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG