Tautan-tautan Akses

AS

Studi: Warga AS Lebih Tidak Sehat Dibandingkan di Negara-negara Maju Lain


Pasien-pasien kanker di menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Parkland Memorial di Dallas, AS. (Foto: Dok)

Pasien-pasien kanker di menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Parkland Memorial di Dallas, AS. (Foto: Dok)

Biaya-biaya perawatan kesehatan di AS naik dua kali lipat dalam 30 tahun terakhir, namun warga AS tidak lebih sehat dibandingkan pada 1980an.

Amerika Serikat memiliki sistem perawatan kesehatan yang paling mahal di dunia, namun bukan yang paling efisien dan paling efektif. Hal-hal ini merupakan kesimpulan dari dua studi mengenai perawatan kesehatan baru-baru ini di AS.

Saat ini, para peneliti memberi perhatian lebih ke mana uang mengalir dan perubahan-perubahan apa yang dapat dibuat untuk meningkatkan perawatan kesehatan.

Biaya perawatan kesehatan AS telah naik dua kali lipat dalam 30 tahun terakhir, namun para warga Amerika tida otomatis lebih sehat dibandingkan pada 1980an. Ilmuwan Hamilton Moses menganalisis perubahan-perubahan dan tren-tren ini dan menerbitkan penemuannya di Journal of the American Medical Association.

“Semua informasi kami dapat dari sumber-sumber yang tersedia untuk umum," ujar Moses.

Para peneliti menemukan bahwa masyarakat Amerika mengeluarkan antara US$2,5 trilyun dan $3 trilyun untuk perawatan kesehatan pada 2011, lebih dari negara maju mana pun. Ada dua faktor utama penyebab kenaikan biaya ini. Pertama, harga layanan medis dan administrasi naik, juga harga obat, biaya prosedur dan harga alat.

Moses mengatakan kecintaan warga Amerika akan teknologi merupakan bagian dari masalah tersebut.

"AS memiliki bias teknologi. Kita memiliki preferensi teknologi. Kita melihat teknologi sebagai solusi semua masalah," jelas Moses.

Faktor kedua mudah untuk diidentifikasi, namun lebih kompleks untuk diatasi. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan makan berlebihan, telah berakibat pada tingkat obesitas dan diabetes yang epidemik, serta penyakit jantung, sakit sendi dan penyakit paru-paru. Mengelola penyakit kronis adalah mahal.

"Kita belum berinvestasi banyak dalam manajemen perawatan penyakit kronis atau inovasi layanan perawatan kesehatan seperti tingkat yang kita miliki dalam teknologi medis," ujar Moses.

Banyak dari penyakit-penyakit ini dapat dicegah melalui olahraga, diet dan mempertahankan berat badan yang normal, namun di AS pencegahan belum menjadi bagian perawatan medis. Konsultasi dengan ahli nutrisi, baik lewat telepon maupun langsung, atau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kebugaran bisa berbiaya mahal, dan layanan-layanan itu biasanya tidak dibayar oleh asuransi kesehatan.

“Jumlah keseluruhan dari pengeluaran orang-orang yang memiliki sakit kronis adalah 85 persen dari total," ujar Moses.

Riset Moses menunjukkan bahwa mereka yang mengeluarkan biaya terbesar untuk penyakit kronis bukanlah orang yang sudah berumur, dan bahwa investasi kesehatan mereka tidak menjamin umur panjang.

Sementara itu, sebuah laporan baru dari organisasi kerja sama negara-negara kaya dunia (OECD) menunjukkan bahwa Amerika menghabiskan antara 250 persen sampai 300 persen dari yang negara-negara lain keluarkan. Meski demikian, Amerika Serikat tertinggal di belakang negara-negara maju lainnya dalam hal angka harapan hidup, berada di posisi 26 dari 36 negara anggota.
XS
SM
MD
LG