Tautan-tautan Akses

Menurut peneliti di Connecticut, AS, terdapat banyak kemiripan antara kenikmatan yang didapat dari makan Oreo, dengan kenikmatan mengkonsumsi kokain atau morfin.

Dapatkah kue membuat Anda kecanduan, seperti halnya kokain?

Bisa saja. Setidaknya demikian menurut para peneliti di Connecticut College, yang melangsungkan eksperimen terhadap sekelompok tikus di laboratorium. Mereka menemukan bahwa hewan-hewan pengerat tersebut kecanduan Oreo, salah satu jenis biskuit yang paling populer di Amerika. Studi tersebut dimaksudkan untuk mempelajari hubungan antara potensi kecanduan dengan makanan yang banyak mengandung gula dan lemak.

Menurut para peneliti, terdapat banyak kemiripan antara kenikmatan yang didapat dari makan Oreo, dengan kenikmatan mengkonsumsi kokain atau morfin. Mereka juga menemukan bahwa konsumsi kue mengaktifkan lebih banyak syaraf di "pusat kenikmatan" yang ada di otak, daripada konsumsi narkoba.

Para peneliti juga mencatat, seperti halnya manusia, tikus-tikus juga menggemari krim di lapisan tengah biskuit Oreo.

"Riset kami mendukung teori bahwa makanan berkandungan lemak dan gula tinggi merangsang otak dalam cara serupa dengan narkoba," ujar Profesor Joseph Schroeder. "Ini mungkin menjelaskan mengapa sebagian orang tidak dapat melawan godaan menyantap makanan seperti itu, walaupun mereka tahu bahwa makanan tersebut tidak baik bagi mereka."

"Ini sesuai dengan berbagai temuan yang menyebut bahwa makanan yang tidak sehat (junk food) mampu membuat orang kecanduan," ujar Schroeder.

Oreo mulai dijual di Amerika sejak 1912 dan terdiri dari dua lapisan biskuit coklat, dengan selapis krim manis di tengah-tengahnya. Kini tersedia juga berbagai macam variasi rasa Oreo.

Riset ini akan dipresentasikan bulan depan di Konferensi Society for Neuroscience di San Diego, California.
XS
SM
MD
LG