Tautan-tautan Akses

Studi: Manusia Dapat Deteksi 1 Triliun Jenis Aroma


Seorang pengunjung mencium bunga mawar di pameran bunga Chelsea, London. (Foto: Dok)

Seorang pengunjung mencium bunga mawar di pameran bunga Chelsea, London. (Foto: Dok)

Daya penciuman manusia dianggap sebaik anjing, hanya saja letak hidung anjing saat berjalan jauh lebih dekat dengan tanah, tempat adanya bau-bau yang menarik.

Literatur populer dan ilmiah sejak 1920an menyebutkan bahwa manudia bisa mendeteksi sekitar 10.000 macam bau.

Namun dalam sebuah studi baru yang diterbitkan majalah Science, para peneliti di Howard Hughes Medical Institute dan Rockefeller Institute di New York City mengatakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, sampai sedikitnya satu triliun.

Andreas Keller, salah satu penulis studi tersebut, mengatakan ia yakin hidung manusia cukup sensitif untuk membedakan sedikitnya satu triliun bau.

Bahkan, menurutnya, daya penciuman manusia barangkali sebaik anjing. Hanya saja letak hidung anjing saat berjalan jauh lebih dekat dengan tanah, tempat adanya bau-bau yang menarik.

"Jadi alasannya anjing mencium bau-bauan yang menarik dan manusia tidak bukan karena hidung mereka lebih baik, tapi karena hidung anjing lebih dekat dengan tempat aksi," ujar Keller.

Para peneliti berharap menggunakan penemuan-penemuan itu untuk menjelaskan bagaimana otak memroses informasi sistem sensor.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG