Tautan-tautan Akses

Studi di Senegal Tingkatkan Keraguan soal Kelambu Pencegah Malaria


Penelitian di Senegal menunjukkan nyamuk malaria menjadi kebal terhadap obat pembunuh serangga pada kelambu anti-malaria.

Penelitian di Senegal menunjukkan nyamuk malaria menjadi kebal terhadap obat pembunuh serangga pada kelambu anti-malaria.

Studi itu menunjukkan nyamuk malaria bisa menjadi kebal terhadap insektisida yang digunakan untuk melapisi kelambu itu.

Sebuah studi yang dilakukan di Senegal menimbulkan keraguan atas bisa-tidaknya kelambu yang diberi zat kimia memberantas malaria.

Studi itu menunjukkan nyamuk penular malaria dengan cepat membuat tubuhnya kebal terhadap insektisida yang digunakan untuk melapisi kelambu itu.

Dalam sebuah artikel yang dimuat hari Kamis dalam jurnal Inggris The Lancet, Dr Jean-Francois Trape dari Institut Riset Pembangunan di Dakar menyebut temuan itu menjadi "keprihatinan besar."

Trape memimpin sebuah tim yang melacak 500 orang di desa Dielmo sebelum dan setelah mereka menggunakan kelambu yang dilapisi zat kimia.

Tim ilmuwan itu mengatakan setelah kelambu mulai digunakan pada bulan Agustus 2008, jumlah kasus malaria menurun.

Namun, setelah sekitar dua tahun, kasus malaria meningkat tajam, dalam beberapa kasus bahkan ke tingkat lebih tinggi dari sebelum kelambu itu digunakan.

Tim peneliti menghimbau strategi baru “yang segera ditegaskan dan diterapkan” untuk mengatasi masalah resistensi nyamuk terhadap insektisida.

XS
SM
MD
LG