Tautan-tautan Akses

Studi Anjurkan Perempuan Hamil Tak Puasa


Dokter sedang melakukan sonogram terhadap seorang ibu hamil. Berbagai studi merekomendasikan ibu hamil agar tidak berpuasa demi kesehatan janin.

Dokter sedang melakukan sonogram terhadap seorang ibu hamil. Berbagai studi merekomendasikan ibu hamil agar tidak berpuasa demi kesehatan janin.

Menurut penelitian, puasa ibu mempengaruhi kesehatan janin.Para calon orang tua dapat mempertimbangkan dengan masak untuk memutuskan apakah sebaiknya berpuasa di bulan Ramadhan.

Banyak perempuan yang sedang hamil dalam bulan Ramadhan bingung dalam menentukan pilihan antara tetap menjalankan ibadah puasa atau meninggalkan puasa demi menjaga kandungannya. Dua buah penelitian yang dilakukan di Amerika dan Indonesia tentang hubungan antara bulan Ramadhan dan kesehatan anak mungkin bisa menjadi salah satu pertimbangan bagi para calon orang tua.

Dalam artikel ilmiah berjudul “Health Capital and the Prenatal Environment: The Effect of Maternal Fasting During Pregnancy” yang di publikasikan oleh Federal Reserve Bank of Chicago pada Mei 2010, Douglas Almond dan Bhaskar Mazumder mengamati hubungan antara puasa Ramadhan dan kesehatan bayi. Salah satu data yang diamati adalah bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu keturunan Arab di Michigan dari tahun 1989 sampai 2006 yang hamil pada saat bulan Ramadhan. Hasilnya, bayi-bayi itu cenderung lahir sebelum waktunya dan cenderung rendah berat badannya.

Selain itu, berdasarkan data sensus Uganda, Irak, dan Amerika, penelitian ini menemukan hubungan yang kuat antara kehamilan dalam bulan Ramadhan dengan kemungkinan bayi yang dilahirkan menderita cacat ketika dewasa, terutama cacat mental atau kesulitan dalam belajar.

Resiko bayi menderita cacat atau mengalami kesulitan belajar setelah dewasa meningkat, bila sang ibu berpuasa saat mengandungnya.

Resiko bayi menderita cacat atau mengalami kesulitan belajar setelah dewasa meningkat, bila sang ibu berpuasa saat mengandungnya.

Penelitian lainnya berjudul "Long-term Health Effects on the Next Generation of Ramadan Fasting During Pregnancy" oleh Reyn van Ewijk yang dipublikasikan tahun 2009 oleh London School of Economics (LSE), juga meneliti hal yang sama. Ewijk mengunakan data sensus Indonesia dan menyimpulkan bayi yang ketika dikandung ibunya dalam bulan Ramadhan, kondisi kesehatannya lebih buruk dan lebih sering sakit dibandingkan dengan yang dikandung tidak pada saat bulan Ramadhan.

Ade Hutapea, seorang calon ibu yang tinggal di Rockville, Maryland, saat ini sedang hamil 35 minggu. Ade yang bekerja di bidang hukum ini memutuskan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan ini.

“Intinya, mau menjaga kesehatan bayi, karena saya mengikuti pola makanan yg dianjurkan oleh dokter gizi supaya kadar kalori dan gulanya terkontrol. Jadi, memang saya tidak bisa puasa,” jelas Ade.

Pertimbangan Ade tidak hanya berdasarkan anjuran dokter saja, tetapi juga dari segi ajaran Islam yang memang sudah mengatur tentang hal ini.

“Terutama pertama-tama, saya mempertimbangkan di dalam ajaran Islam dibolehkan membayar fidyah, kalau sedang mengandung. Jadi, saya rasa dengan adanya itu terus ada anjuran dari dokter untuk menjaga nutrisi, saya memilih tahun ini tidak puasa dulu,” tambah Ade.

Keringanan berpuasa juga berlaku bagi ibu-ibu yang menyusui.

Keringanan berpuasa juga berlaku bagi ibu-ibu yang menyusui.

Ahmad Rafiq, Dosen Ushuludin UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta yang saat ini sedang menempuh S3 di Temple University Jurusan Religious Studies memberikan penjelasan serupa. Menurutnya, ibu hamil dan menyusui, juga orang sakit dan musafir, mendapatkan rukshah atau keringanan dalam menjalankan puasa Ramadhan sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran. Mereka boleh tidak berpuasa dan membayarnya dilain hari jika mampu. Tetapi jika sampai Ramadhan berikutnya masih belum mampu juga mengganti puasanya karena alasan yang diperbolehkan, maka sebagian ulama mensyaratkan mereka membayar fidyah.

Rafiq menambahkan, alasannya karena ibu hamil dan menyusui memerlukan asupan makanan yang dibutuhkan ibu dan janin yang dikandungnya agar tetap sehat, sehingga tumbuh dengan baik dan bisa bertahan hidup. Ini adalah hak ibu dan janin. Menjaga dan memenuhi hak merupakan salah satu tujuan yang menjadi prinsip dan kewajiban dalam hukum Islam (maqasidah al-Shariah). Karena itulah, jelas Rafiq, ibu hamil diperbolehkan untuk tidak menunaikan puasa Ramadhan.

"Tanpa menolak kebolehan untuk tidak berpuasa yang disebut dalam ayat tersebut (QS 2:184), sebagian ulama melihat bahwa berpuasa akan lebih baik, sebagaimana disebutkan pada bagian akhir ayat yang sama. 'Baik' dalam hal ini tentu saja tidak semata-mata dalam logika harfiah scientific, tapi juga logika spiritual, religius, dan eskatologis yang tidak serta merta betolak belakang dengan logika scientific,” jelas Rafiq.

Lebih lanjut, Rafiq menambahkan bahwa pada akhirnya, Islam memang memberi ruang kepada umatnya untuk memilih. Salah satu dasar pertimbangan dalam menentukan pilihan adalah mengambil manfaat dan menghindari mudarat dalam setiap amal agama yang dilakukan.

XS
SM
MD
LG