Tautan-tautan Akses

Strato-glider, Eksplorasi Gelombang Udara Gunung


Dua orang pilot dan petugas lainnya sedang menyiapkan pesawat terbang layang terbuat dari serat kaca untuk mempelajari apa yang disebut gelombang angin stratosfer yang disebabkan oleh pegunungan yang tinggi (Foto: videgrab/VOA)
Dua orang pilot dan petugas lainnya sedang menyiapkan pesawat terbang layang terbuat dari serat kaca untuk mempelajari apa yang disebut gelombang angin stratosfer yang disebabkan oleh pegunungan yang tinggi (Foto: videgrab/VOA)

Tahun ini dua orang pilot pesawat terbang layang akan berusaha memecahkan rekor terbang tertinggi, kira-kira 90,000 kaki atau 27 kilometer di atas permukaan bumi. Tugas utama mereka adalah untuk mempelajari fenomena yang disebut “gelombang udara pegunungan”.

Tidak jauh dari pegunungan Sierra Nevada, di bagian barat Amerika, dua orang pilot sedang menyiapkan pesawat terbang layang terbuat dari serat kaca untuk mempelajari apa yang disebut gelombang angin stratosfer yang disebabkan oleh pegunungan yang tinggi.

Para pakar sejak lama beranggapan bahwa stratosfer adalah lapisan udara yang tipis yang terdapat antara 10 sampai 50 km diatas permukaan bumi.

Tapi ternyata, kawasan pegunungan yang tinggi juga menciptakan gelombang udara berkecepatan tinggi yang berdampak pada cuaca di bumi.

”Proyek ini akan mempelajari gelombang udara itu dan menentukan dampaknya pada cuaca dan iklim di bumi, karena diketahui bahwa gelombang-gelombang udara di stratosfer itu ikut mendorong terbentuknya lubang pada lapisan ozon yang melindungi bumi,” kata proyek manajer Ed Warnock.

Bulan Juli nanti, pesawat glider yang disebut Perlan itu akan diluncurkan dari Argentina, dan akan berusaha memecahkan rekor terbang layang di atas ketinggian 15 sampai 27 kilometer atau 90,000 kaki. Ini adalah dua kali lebih tinggi dari ketinggian terbang pesawat penumpang komersial yang ada sekarang.

“Gelombang udara pada ketinggian itu akan memungkinkan pesawat meluncur pada ketinggian sampai 90.000 kaki, karena adanya putaran angin dari kutub selatan,” kata pilot Jim Payne yang akan menerbangkan pesawat itu.

Penerbangan itu dibiayai oleh perusahaan pembuat pesawat tebang Airbus yang ingin mempelajari turbulensi udara di lapisan stratosfer bagian atas. [ii]

XS
SM
MD
LG