Tautan-tautan Akses

AS

Strategi Obama untuk ISIS Picu Reaksi Beragam dari Kongres


Presiden AS Barack Obama bersama Ketua DPR John Boehner (Foto: dok).

Presiden AS Barack Obama bersama Ketua DPR John Boehner (Foto: dok).

Mark Begich, seorang anggota Komisi Angkatan Bersenjata, mengatakan ia tidak mau “memberi kebebasan kepada Presiden untuk memulai perang darat lagi di Irak.”

Strategi Presiden Amerika Barack Obama untuk mengalahkan militan Negara Islam (ISIS) di Irak dan Suriah telah mendatangkan reaksi yang beragam dari para anggota Kongres.

Ketua DPR John Boehner dari partai Republik mengeluarkan pernyataan setelah pidato televisi presiden yang disiarkan secara nasional itu Rabu malam (10/9) yang mengatakan Obama akhirnya telah mulai membuat alasan bahwa “menghancurkan ancaman teroris ini mengharuskan tindakan yang tegas.”

Tetapi, Boehner mengatakan “pidato tidak sama dengan strategi,” dan bahwa masih ada keraguan mengenai maksud presiden.

Ed Royce dari partai Republik, Ketua Komisi Masalah Luar Negeri, mengatakan masih harus dilihat apakah pemerintah, “setelah lama menunda dan mengingkari," mengembangkan dan melaksanakan secara tetap tekad yang dibutuhkan untuk menghancurkan ISIS.

Anggota DPR dari partai Republik, Marsha Blackburn, yang mewakili distrik di Tennessee mengatakan kepada VOA, ia tadinya lebih menghendaki Obama menyebut dengan pasti negara-negara mana yang turut dalam koalisi itu.

Anggota DPR dari partai Demokrat, Eliot Engel, yang mewakili distrik di New York, juga berbicara kepada VOA, dengan mengatakan bahwa ia dengan kuat mendukung rencana Obama sementara menambahkan bahwa ini hanyalah “tembakan pertama.”

Tetapi, Senator dari Partai Demokrat yang mewakili Alaska, Mark Begich, seorang anggota Komisi Angkatan Bersenjata, mengatakan ia tidak mau “memberi kebebasan kepada Presiden untuk memulai perang darat lagi di Irak.”

Begich – satu dari banyak Senator Demokrat yang menghadapi pemilihan kembali yang sengit November – mengatakan Kongres harus menyetujui setiap serangan militer di luar serangan udara yang sekarang terhadap ISIS.

XS
SM
MD
LG