Tautan-tautan Akses

Perkuat Strategi Maritim, China Bersiap Bangun Armada Bantuan Sipil


Perahu nelayan China terlihat berkumpul di dekat pulau Yeonpyong, Korea Selatan, dekat perbatasan laut yang mash menjadi sengketa dengan negara komunis Korea Utara (Foto: dok).

Perahu nelayan China terlihat berkumpul di dekat pulau Yeonpyong, Korea Selatan, dekat perbatasan laut yang mash menjadi sengketa dengan negara komunis Korea Utara (Foto: dok).

China mengingkan kapal sipil yang baru dibangun untuk memenuhi spesifikasi militer. Para pengamat memandang langkah ini diambil untuk membantu China dalam mengklaim wilayah yang dipersengketakan di Laut China Selatan dan Laut China Timur, juga untuk meningkatkan upaya berkelanjutan militer China untuk memperluas jangkauan armada lautnya.

Beijing telah memperluas armada sipil penjaga pantainya menjadi yang terbesar di dunia, menggunakan kapal tanpa senjata untuk membantu memperkuat klaimnya di perairan yang dipersengketakan, menurut laporan intelijen angkatan laut AS yang diterbitkan awal tahun ini. Para analis untuk memberi nama armada ini "Angkatan laut kedua China."

Pekan lalu, media pemerintah China melaporkan pemerintahnya telah menyetujui pedoman militer nasional baru yang mengharuskan pembuat kapal swasta untuk membangun landasan angkatan laut cadangan pada kapal-kapal baru mereka untuk dapat digunakan dalam situasi perang.

Lembaga legislatif China juga akan mulai menggarap perundang-undangan mengenai Transportasi Pertahanan Nasional yang akan membantu pembuat kapal menutup biaya pembuatan kapal yang cocok untuk keperluan militer dan asuransi untuk menutupi kemungkinan kerusakan dalam operasi militer, menurut laporan itu.​

Meningkatkan Kekuatan

Persyaratan ini akan "memungkinkan China untuk merealisasikan potensi besar armada sipilnya untuk kepentingan militer," menurut China Daily mengutip keterangan dari China Classification Society. Organisasi yang mengeluarkan sertifikasi kapal di China telah bekerja sama dengan pihak militer selama lima tahun terakhir untuk mematangkan persyaratan-persyaratan tersebut.

Laporan tersebut menambahkan bahwa per tahun lalu, Cina memiliki sekitar 172.000 kapal sipil.​

China sedang berupaya mengembangkan dengan cepat dan memperluas jangkauan angkatan lautnya dan menambah jumlah armada kapal laut dan kapal selamnya. Mereka juga memulai pembangunan kapal induk barunya dan, menurut laporan terbaru Pentagon terkait militer China, China diperkirakan akan membangun beberapa kapal induk lagi dalam sepuluh tahun ke depan.

Skema baru untuk kapal sipil dapat mensinyalkan peningkatan tekad China di Asia, kata James Nolt, seorang pengamat senior dari World Policy Institute.

"Ini mungkin dimaksudkan untuk memperingatkan negara-negara lain di wilayah ini bahwa China serius mengklaim Laut China Selatan dan mungkin akan tidak segan menggunakan kekuatan (militer) di masa depan," kata Nolt. "Jadi, ini bisa dilihat sebagai peringatan, tapi saya tidak segera berasumsi begitu saja."

Nolt menambahkan bahwa praktek membangun armada bantuan untuk angkatan laut ini merupakan hal yang lumrah, karena lebih ekonomis untuk mengikut sertakan mereka dalam kapal sipil berfungsi ganda, jika dan ketika diperlukan.

Amerika Serikat sudah melakukannya sejak Perang Dunia I, demikian juga Inggris selama perang Falklands di tahun 1982. Kini China mengikuti upaya ini.

Menurut analis, berdasarkan laporan China tentang rencana tersebut terlihat China mengambil inspirasinya dari sistem hukum maritim AS yang memungkinkan subsidi dan asuransi kapal sipil yang berfungsi ganda.

XS
SM
MD
LG