Tautan-tautan Akses

Stasiun TV Jerman Bela Komedian yang Olok-olok Erdogan


Kombinasi foto Kanselir Jerman Angela Merkel dan komedian Jerman Jan Boehmermann (R) yang mengolok-olok Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di TV Jerman (15/4).

Kombinasi foto Kanselir Jerman Angela Merkel dan komedian Jerman Jan Boehmermann (R) yang mengolok-olok Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di TV Jerman (15/4).

Kanselir Angela Merkel mengatakan akan mengabulkan permintaan Turki untuk mendakwa komedian itu, dan nantinya terserah pengadilan untuk memutuskan apakah ia bersalah atau tidak.

Stasiun televisi Jerman menjanjikan dukungan penuh bagi komedian Jan Boehmermann dalam setiap proses hukum yang diajukan terhadapnya karena mengolok-olok Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Kepala televisi ZDF Jerman memberi janji itu hari Sabtu (16/4), sehari setelah Kanselir Angela Merkel mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengabulkan permintaan Turki untuk mendakwa komedian itu. Dia menambahkan bahwa terserah kepada pengadilan untuk memutuskan apakah ia bersalah atau tidak.

Kepala ZDF Thomas Bellut mengatakan kepada majalah mingguan Der Spiegel bahwa Boehmermann dapat mengandalkan dukungan penuh stasiun itu.

Ia mengatakan badan siaran umum itu telah memberi jaminan kepada komedian tersebut bahwa stasiun itu “akan mendampinginya melalui semua tingkat yurisdiksi,” dalam sengketa hukumnya dengan Erdogan.

Redaktur yang menyetujui siaran komedi itu “tidak akan menghadapi tindakan disipliner apapun,” tambah Bellut.

Dalam sebuah acara televisi tanggal 31 Maret, Boehmermann mengucapkan puisi bernada seksual yang seolah-olah menyebut Erdogan senang merayu anak-anak gadis, menonton pornografi anak-anak dan melakukan hubungan seks dengan binatang.

Pemerintah Turki kemudian mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri Jerman dan menuntut agar Boehmenmann dituntut di pengadilan karena menghina seorang kepala negara asing.

ZDF sejak itu telah mencabut klip acara tersebut dari laman videonya. Bellut mengatakan ia mengambil tindakan itu berdasarkan “nilai-nilai moral pribadinya dan bahwa ia telah menolak tuntutan dari staf redaksi agar mengunggah puisi satiris itu kembali sebagai “dokumen bersejarah.”

Keputusan Merkel itu telah mendatangkan reaksi pro dan kontra di Jerman, yang sedang mengusahakan bantuan Turki untuk menanggulangi banjir pengungsi Suriah dan negara lain yang datang ke Eropa. [gp]

XS
SM
MD
LG