Tautan-tautan Akses

Standar Bank Dunia Dinilai Tidak Cerminkan Keadaan Kemiskinan Sesungguhnya


Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memberikan pandangannya dalam kampanye "EndPoverty 2030" di Washington DC, 10/4/2014.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memberikan pandangannya dalam kampanye "EndPoverty 2030" di Washington DC, 10/4/2014.

Riset baru menunjukkan bahwa angka kemiskinan global – yang menurut definisi Bank Dunia adalah orang yang berpenghasilan kurang dari 1 dolar 25 sen sehari – bisa jadi diperhitungkan sepertiga lebih rendah dari seharusnya.

Angka Bank Dunia digunakan secara luas dan memainkan peranan penting dalam strategi global untuk mengurangi kemiskinan. Tetapi para pengkritik berargumen standar “sedolar sehari” adalah tidak berdasar dan tidak memperhitungkan banyak kebutuhan dasar manusia.

Para peneliti di Universitas Bristol mempertimbangkan tempat penampungan, sanitasi, air, nutrisi, kesehatan dan pendidikan bagi mereka yang tinggal di negara kepulauan Vanuatu di Samudera Pasifik, yang sebagian besar pedesaan. Mereka menyebut standar kemiskinan itu “terlalu optimistis” dibanding apa yang mereka dapati.

Menurut studi itu, lima persen dari semua anak-anak di Vanuatu tinggal dalam kemiskinan seperti yang didefinisikan oleh Bank Dunia. Tetapi 17 persen tinggal dalam kemiskinan seperti yang didefinisikan oleh patokan pangan dan kebutuhan dasar nasional. Kemiskinan absolut, dimana orang tidak memperoleh dua atau lebih kebutuhan dasar manusia, berdampak pada 16 persen anak-anak di Vanuatu, kata para periset. Studi itu diterbitkan dalam Journal of Sociology.

Temuan itu menantang patokan 1 dolar 25 sen, yang digunakan untuk memonitor kemajuan negara-negara dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium PBB, yang antara lain adalah mengurangi separuh orang yang tinggal dalam kemiskinan dan kelaparan ekstrem pada tahun 2015.
XS
SM
MD
LG