Tautan-tautan Akses

Staf UNHCR Diculik dan Dibunuh di Republik Afrika Tengah


Dalam foto tertanggal 23/3/2013 ini, warga mengungsi menuju ibukota Bangui, Rep. Afrika Tengah menyusul konflik antara pemberontak dan penguasa di wilayah itu.

Dalam foto tertanggal 23/3/2013 ini, warga mengungsi menuju ibukota Bangui, Rep. Afrika Tengah menyusul konflik antara pemberontak dan penguasa di wilayah itu.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan seorang pekerjanya telah diculik dan dibunuh di ibukota Republik Afrika Tengah, Kamis (1/5).

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan seorang pekerjanya telah diculik dan dibunuh di ibukota Republik Afrika Tengah.

Badan itu mengatakan pekerja tersebut, seorang warga negara Republik Afrika Tengah, diculik hari Kamis (1/5) pagi di distrik PK16 di Bangui, dan jenazahnya ditemukan beberapa jam kemudian.

Pejabat informasi public UNHCR Katerina Kitidi mengatakan kepada VOA bahwa para pembunuhnya “kemungkinan” berasal dari milisi anti-Balaka tetapi para penyidik masih mengumpulkan rinciannya.

Dalam sebuah pernyataan, UNHCR mengatakan “pembunuhan itu bisa dikategorikan sebagai kekerasan antar kelompok yang telah memporak-porandakan” Republik Afrika Tengah dalam beberapa bulan ini.

Ribuan Muslim di Republik Afrika Tengah telah lari dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari serangan oleh militan anti-balaka yang sebagian besar beragama Kristen. Pasukan penjaga perdamaian dari Prancis dan Afrika pada umumnya tidak mampu mencegah kekerasan itu.

Milisi-milisi itu terbentuk setelah pemberontak Seleka yang mayoritas Muslim menggulingkan presiden tahun lalu, kemudian melakukan serangkaian pembunuhan dan penjarahan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG