Tautan-tautan Akses

AS

Staf Penjara Arizona Kembali Diserang Secara Seksual


Jacob Harvey - tersangka pemerkosa di penjara Florence, Arizona tahun 2014 - seusai tampil di pengadilan. Serangan seksual kembali terjadi di penjara lain di Arizona, awal Mei 2015. (AP)

Jacob Harvey - tersangka pemerkosa di penjara Florence, Arizona tahun 2014 - seusai tampil di pengadilan. Serangan seksual kembali terjadi di penjara lain di Arizona, awal Mei 2015. (AP)

Seorang staf perempuan di penjara Arizona diserang secara seksual oleh seorang narapidana laki-laki, serangan seksual kedua terhadap staf penjara di negara bagian itu dalam 18 bulan terakhir.

Menurut petugas-petugas penjara itu, serangan tanggal 13 April lalu di kompleks penjara Yuma – Arizona baru diungkapkan oleh departemen urusan lembaga pemasyarakatan pada Jum’at malam (8/5) setelah dimintai konfirmasi oleh kantor berita Associated Press.

Ketika ditanya mengapa tidak mengakui terjadinya serangan itu sebelumnya, juru bicara penjara Andrew Wilder mengatakan mereka ingin terlebih dahulu menyelidiki serangan tersebut. “Prioritas utama kami adalah melakukan penyelidikan lengkap dan menyeluruh atas fakta-fakta yang terjadi dan memastikan penyelidikan itu memenuhi rasa keadilan bagi korban”, tambahnya,

Serangan seksual itu terjadi hanya 18 bulan setelah insiden pemerkosaan terhadap seorang guru perempuan di penjara lain, yang memicu kecaman keras atas prosedur keamanan staf penjara di Arizona.

Serangan seksual yang terbaru terjadi di dalam kantor, ketika staf penjara itu sedang bertemu narapidana Fernandes Masters. “Narapidana itu menyerang staf perempuan tersebut dalam sebuah pertemuan yang sudah dijadwalkan di salah satu unit kantor penjara dan tidak ada senjata yang digunakan dalam serangan itu”, ujar Wilder. “Staf itu meminta bantuan dan seorang staf lain di unit yang sama segera datang ke lokasi, menarik narapidana itu agar menjauhi staf tersebut dan mengamankannya”.

Staf penjara yang tidak diidentifikasi itu sempat dirawat di penjara tersebut sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dievaluasi. Ia kemudian diijinkan pulang, tetapi Wilder tidak merinci luka-luka yang diderita staf itu atau bagaimana staf itu meminta bantuan ketika serangan itu terjadi. Wilder juga tidak mengatakan apakah ada prosedur keamanan penjara yang dilanggar atau akan diubah akibat insiden itu.

Wilder hanya mengatakan “mengingat penyelidikan yang masih berlangsung dan jenis serangan tersebut, departemen urusan lembaga pemasyarakatan tersebut akan mengajukan tuntutan-tuntutan kriminal terhadap Masters, termasuk serangan seksual, penculikan dan upaya pembunuhan”.

Sewaktu dihubungi Associated Press, kantor Sherrif Yuma dan polisi di San Luis dimana penjara itu berada justru mengaku tidak tahu menahu tentang serangan seksual tersebut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG