Tautan-tautan Akses

Sri Lanka Desak Dunia Tidak Hakimi Masa Lalu Negara Itu


Pimpinan negara-negara persemakmuran berfoto dengan Pangeran Charles dari Inggris dan tuan rumah, Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, saat acara pembukaan KTT Persemakmuran di Sri Lanka (15/11/2013).

Pimpinan negara-negara persemakmuran berfoto dengan Pangeran Charles dari Inggris dan tuan rumah, Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, saat acara pembukaan KTT Persemakmuran di Sri Lanka (15/11/2013).

Presiden Sri Lanka mendesak para pemimpin dunia agar tidak menghakimi masa lalu negara itu, pada waktu ia menyambut mereka dalam KTT Persemakmuran yang dimulai di Sri Lanka Jumat (15/11/ 2013).

Mahinda Rajapaksa hari Jumat di Colombo menyampaikan pidato pembukaan KTT Persemakmuran, pertemuan tingkat tinggi negara-negara yang pernah terkait dengan bekas imperium Inggris. KTT itu diselenggarakan di tengah-tengah kontroversi mengenai tuduhan bahwa militer Sri Lanka melakukan kejahatan perang dalam bulan-bulan terakhir perang saudara negara itu yang berlangsung puluhan tahun.

Rajapaksa mengatakan Persemakmuran tidak boleh menjadi lembaga yang menghakimi, dan memperingatkan para sejawatnya agar tidak berusaha menerapkan agenda bilateral mereka.

Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Perdana Menteri Canada Stephen Harper termasuk di antara pemimpin yang memboikot KTT yang digelar dua tahun sekali itu.
Akan tetapi Pangeran Charles dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menghadiri KTT tiga hari tersebut. Setelah KTT dibuka, Cameron mengunjungi Jaffna di Sri Lanka Utara, medan pertempuran utama perang saudara di negara itu.
XS
SM
MD
LG