Tautan-tautan Akses

AS

SPLC: 876 Laporan Insiden Kebencian pasca Pilpres AS


Para warga Muslim di Queens, New York melakukan unjuk rasa menolak kejahatan yang didasari kebencian atau 'hate crimes'. (foto: dok).

Para warga Muslim di Queens, New York melakukan unjuk rasa menolak kejahatan yang didasari kebencian atau 'hate crimes'. (foto: dok).

Southern Poverty Law Center (SPLC) hari Selasa (29/11) mengatakan hampir 900 laporan penggangguan, intimidasi, makian rasis dan insiden kebencian lain dilaporkan dalam 10 hari setelah pemilu presiden Amerika.

Banyak pelaku yang terdokumentasi dalam insiden-insiden itu menyebut nama presiden terpilih Donald Trump, menurut laporan “Setelah 10 Hari : Penggangguan dan Intimidasi Setelah Pemilu”.

SPLC mengatakan kejahatan berdasarkan kebencian dan “insiden ringan atau penggangguan berdasarkan ras atau etnis” bukan hal yang baru di Amerika, tapi banyak kelompok minoritas melaporkan insiden-insiden yang tidak pernah dialami sebelumnya mulai dari seorang perempuan Yahudi di New York mendengar komentar anti Yahudi pertama dalam 25 tahun sampai seorang perempuan Amerika keturunan Asia yang diberitahu untuk “pulang ke negaramu” oleh seseorang yang tidak dikenal di Oakland, California.

Laporan itu mengutip beberapa korban mengatakan mereka tidak pernah menyaksikan hal-hal seperti ini sebelumnya.

Insiden-insiden didokumentasikan di tempat-tempat kerja, di jalan-jalan, di angkutan umum, supermarket, tempat-tempat ibadah, tempat usaha, di mobil korban bahkan di luar rumah mereka sendiri.

Tapi kasus-kasus yang paling mengkhawatirkan terjadi di sekolah-sekolah dimana anak-anak sekecil 12 tahun diberi tahu oleh teman sekelas bahwa mereka akan dideportasi atau dibunuh. “Bangun tembok” berkali-kali diteriakkan di salah satu kafetaria sekolah di negara bagian Washington.

Salah seorang siswa Amerika keturunan Afrika usia 12 tahun didekati oleh seorang anak laki-laki yang mengatakan “sekarang Trump menjadi presiden, saya akan tembak kamu dan semua siswa kulit hitam yang saya temui”.

Insiden-indisen anti imigran paling banyak jumlahnya diantara 867 insiden yang dilaporkan, sementara insiden anti kulit hitam menempati urutan kedua. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG