Tautan-tautan Akses

Somalia Minta Penjelasan Soal Serangan Udara AS


Warga berkumpul dekat lokasi serangan di luar restoran di Mogadishu, Somalia, Agustus 2016.

Warga berkumpul dekat lokasi serangan di luar restoran di Mogadishu, Somalia, Agustus 2016.

Amerika telah melakukan banyak serangan udara di Somalia untuk menarget para anggota al-Shabab, termasuk serangan rudal yang menewaskan mantan pemimpin kelompok itu.

Pemerintah Somalia minta penjelasan dari Amerika Serikat mengenai serangan udara yang mengakibatkan korban jiwa hari Rabu (28/9) di Somalia Tengah.

Departemen Pertahanan Amerika mengatakan dalam siaran pers hari Kamis bahwa pasukannya melancarkan serangan bela diri terhadap al-Shabab dekat kota Galkayo, menewaskan sedikitnya sembilan militan.

Wakil presiden negara bagian Galmudug Mohamed Hashi Abdi mengatakan kepada VOA bahwa serangan udara Amerika itu juga menewaskan 13 anggota pasukan Galmudug.

Namun dalam sebuah pernyataan Kamis, Komando Amerika di Afrika mengatakan tuduhan apapun mengenai "korban non-pejuang" akibat serangan defensif hari Rabu di Galkayo "tidak benar."

Setelah pertemuan kabinet mingguan di Mogadishu, para menteri mengatakan mereka ingin "penjelasan yang jelas mengenai serangan udara yang dilakukan oleh Amerika terhadap pasukan Galmudug, negara anggota federal Somalia."

Kabinet mengatakan akan menunjuk komite kementerian untuk menyelidiki serangan udara tersebut.

Abdi mengatakan, Amerika "keliru" mengenai permintaan yang datang dari para pejabat di wilayah semi-otonom Puntland.

"Kami berjuang melawan al-Shabab, dan tidak ada al-Shabab di daerah Galmudug," tambahnya.

Abdi mengatakan presiden Galmudug dan wakil duta besar Amerika untuk Somalia bertemu di Mogadishu hari Kamis untuk membahas masalah ini dan diplomat

Amerika berjanji untuk memberikan jawaban yang jelas.

Sementara itu, penduduk di Galkayo memprotes serangan itu membakar bendera Amerika hari Kamis.

Amerika telah melakukan banyak serangan udara di Somalia untuk menarget para anggota al-Shabab, termasuk serangan rudal yang menewaskan mantan pemimpin kelompok tersebut, Ahmed Abdi Godane, pada tahun 2014. [sp/isa]

XS
SM
MD
LG