Tautan-tautan Akses

Solo Kekurangan Petugas Pemadam Kebakaran

  • Yudha Satriawan

Simulasi pemadaman kebakaran di balai kota Solo. (VOA/Yudha Satriawan)

Simulasi pemadaman kebakaran di balai kota Solo. (VOA/Yudha Satriawan)

Solo kekurangan petugas pemadam kebakaran dengan kekuatan personel hanya sepertiga dari yang dibutuhkan dan peralatan yang sudah usang.

Dua mobil pemadam kebakaran menyalakan sirine dan berjalan menuju Balai Kota Solo, Senin siang (4/3). Api menyala dan membakar sejumlah peralatan di depan halaman lokasi tersebut, dari tong hingga tumpahan minyak di sebuah kolam.

Inilah suasana simulasi pemadaman kebakaran di hadapan ribuan pegawai negeri pemerintah kota Solo dan warga. Dalam hitungan menit, api yang berkobar bisa dipadamkan. Penanggung jawab tim pemadam kebakaran Solo, Joko Witiarso, mengatakan simulasi ini untuk melatih kesiagaan petugas pemadam dan memberi pengetahuan pencegahan kebakaran pada para warga Solo. Joko mengatakan Solo kekurangan personil dan peralatan pemadam kebakaran.

“Kita punya 12 mobil, tiga mobil tangki dan sembilan mobil pemadam kebakaran. Peralatan masih terus kita upayakan untuk diperbaiki setiap tahun. Kita ingin ada mobil yang bisa menjangkau ke gang-gang sempit di perkampungan padat penduduk,” ujar Joko.

“Kemudian juga mobil yang berkapasitas 5.000 liter. Dari sembilan mobil yang kita miliki, empat sudah uzur, mobil tua. Terus untuk kekuatan personil, satu mobil itu seharusnya atau idealnya 19 orang. Kalau ada sembilan mobil kan berarti ada lebih dari 150 personel, namun kita hanya ada 50 personel saat ini. Kita coba optimalkan yang ada.”

Sementara itu, Walikota Solo Hadi Rudyatmo yang ikut menyaksikan simulasi pemadam kebakaran tersebut mengungkapkan peralatan pemadam kebakaran di Solo belum mampu menjangkau bangunan bertingkat yang ada.

Menurut Rudy, pemadam kebakaran di Solo hanya mampu mencapai ketinggian 22 meter saja atau setara tingkat lima lantai, sedangkan bangunan di Solo berupa hotel dan apartemen ada yang lebih dari 100 meter atau 25 lantai.

“Kami ingin mengajak para pengusaha, terutama perhotelan atau apartemen, untuk bersama-sama memikirkan alat pemadam kebakaran yang canggih ini tidak hanya menjadi tanggungan atau dibebankan pemerintah Solo saja. Namun bagi pemilik-pemilik hotel ini bisa bekerjasama atau berkonsorsium membeli mobil pemadam yang canggih dan mampu menjangkau gedung bertingkat paling tinggi di Solo, itu yang kita harapkan. Harapan saya tentunya tidak terjadi kebakaran di pemukiman maupun perhotelan dan gedung bertingkat di Solo,” ujar Rudy.

Selama ini pemadam kebakaran di bangunan bertingkat mengandalkan tabung pemadam kebakaran dan hidran yang tersedia di lokasi tersebut.
XS
SM
MD
LG