Tautan-tautan Akses

Solo Buka Pusat Pelatihan Perawatan Pesawat Terbang

  • Yudha Satriawan

Pusat Pelatihan Perawatan Pesawat Terbang Indonesia pertama yang berada di Solo, Jawa Tengah. (Foto: VOA)

Pusat Pelatihan Perawatan Pesawat Terbang Indonesia pertama yang berada di Solo, Jawa Tengah. (Foto: VOA)

Solo membangun Pusat Pelatihan Perawatan Pesawat Terbang pertama di Indonesia, untuk memenuhi permintaan teknisi pesawat terbang.

Pemerintah kota Solo, Jawa Tengah, membuka secara resmi Pusat Pelatihan Perawatan Pesawat Terbang yang dibangun di kompleks Solo Techno Park, Jumat siang (10/8).

Naskah kerja sama Pemkot Solo dengan perusahaan perawatan pesawat terbang di Indonesia sudah ditandatangani dan papan nama identitas di lokasi tersebut juga sudah terpasang.

Juru bicara pengelola Solo Techno Park, Gampang Sarwono, mengatakan para lulusan Sekolah Menengah Umum jurusan Ilmu Pengetahuan Alam atau Sekolah Kejuruan permesinan yang berminat menekuni keahlian itu akan dilatih menjadi teknisi pesawat terbang berlisensi standar dasar nasional. Menurut Gampang, para peserta akan menjalani pendidikan selama Sembilan bulan tentang perawatan dan perbaikan mesin pesawat terbang.

“Kita fokuskan pada keahlian mendeteksi kerusakan pesawat. Kita lakukan bertahap, dari keahlian dasar sampai ke mesin pesawat dan materinya lengkap. Kita akan menyediakan sebuah pesawat terbang yang akan digunakan untuk praktik, bukan pesawat prototipe tapi pesawat terbang yang sudah expired atau sudah tidak digunakan lagi,” ujarnya.

Solo Techno Park dan Pemkot Solo menjalin kerjasama dengan perusahaan perawatan pesawat terbang di Indonesia, Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. Juru bicara GMF, Agus Soedaryo, mengungkapkan jumlah teknisi pesawat terbang di Indonesia saat ini sekitar 4.500 orang tidak sebanding dan belum mampu memenuhi kebutuhan tenaga ahli tersebut.

“Jumlah penumpang transportasi udara sampai 2015 tumbuh sekitar 15-20 persen per tahun. Kita harapkan sampai 2015 nanti jumah penumpang pesawat terbang lebih dari 100 juta orang. Ini kan sudah menunjukkan indikasi bahwa jumlah pesawat terbang yang dibutuhkan akan lebih banyak alias terus bertambah,” ujar Agus.

“Kebutuhan jumlah teknisi pesawat dan tenaga-tenaga ahli merawat pesawat terbang juga terus bertambah. Ini harus bangsa Indonesia sendiri yang kuasai. Kita tidak perlu mengundang, membeli atau menyewa tenaga ahli pesawat terbang dari luar negeri. Kemandirian bangsa inilah yang ingin kita angkat,” tambahnya.

Pusat Pelatihan Perawatan Pesawat Terbang di kompleks Solo Techno Park ini menyediakan kuota pertama sebanyak 24 orang.

Selain keahlian tersebut, Solo Techno Park juga sedang mengembangkan keahlian merakit mobil lokal merek Esemka dan keahlian las bawah air.
XS
SM
MD
LG