Tautan-tautan Akses

Solidaritas Antar Umat Beragama di Indonesia, Pesan Besar Natal 2015


Pendeta Stephen Sulaiman memberikan khotbah ibadah Natal di Gereja Immanuel Jakarta, Jumat 25 Desember 2015. (VOA/Andylala)

Pendeta Stephen Sulaiman memberikan khotbah ibadah Natal di Gereja Immanuel Jakarta, Jumat 25 Desember 2015. (VOA/Andylala)

Pendeta Stephen Sulaiman dari Gereja Immanuel Jakarta berharap, Presiden Joko Widodo di 2016 nanti akan memberikan perhatian yang lebih besar untuk kerukunan umat beragama.

Harapan Indonesia rukun damai dan adil sejahtera menjadi tema besar dalam perayaan Natal 2015. VOA di Natal 2015 ini melakukan pantauan pelaksanaan ibadah Natal di 2 gereja besar di Jakarta, yaitu Gereja umat Kristen Protestan Immanuel dan Gereja umat Katolik Katedral yang berlokasi berhadapan dengan Masjid Istiqlal Jakarta.

Pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Immanuel Jakarta berlangsung khidmat. Dalam pesan natalnya tahun 2015 ini, Pendeta Stephen Sulaiman Jum’at (25/12) menjelaskan, tema Natal yang menjadi perhatian di 2015 ini adalah ketika Tuhan menjelma menjadi manusia.

"Tema hari ini adalah ‘the word has become flesh,’ firman itu telah menjadi daging. Di sini kami ingin mengajak jemaat merenungkan apa artinya ketika Tuhan menjelma menjadi manusia. Dan menunjukan solidaritasnya, kepada manusia. Dan bisa mengalami penderitaan yang dialami manusia," kata Stephen.

Stephen menambahkan, umat Kristiani saat ini sudah harus bisa menunjukan solidaritas terhadap sesama umat lainnya, dengan ikut merasakan penderitaan apa yang mereka rasakan.

"Umat Kristiani juga bisa ikut merasakan penderitaan yang juga dialami oleh mayoritas rakyat Indonesia yang lainnya. Kemiskinan, penindasan, penganiyaan khususnya mereka yang terpinggirkan, kaum yang terlupakan, di masyarakat selama ini," katanya.

Meski demikian, Pendeta Stephen Sulaiman optimis, Indonesia di 2016 mendatang akan lebih baik dan damai dalam sebuah kerukunan antar umat beragama. Hal itu menurut Stephen seolah ditunjukan oleh Tuhan dengan saling berdekatannya 2 hari besar di bulan Desember 2015 ini, yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad pada Kamis (24/12) dan hari kelahiran Isa Almasih pada Jum’at (25/12).

Ia mengatakan, "Hidup bersama-sama antar umat beragama yang berbeda keyakinan. Ini sangat istimewa, kalua kemarin kita merayakan hari Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan hari ini kita merayakan hari Natal. Dua perayaan besar dalam dua agama besar di Indonesia. Saya pikir ini adalah sebuah pesan yang disampaikan Tuhan kepada kita. Supaya kita hidup berdampingan secara damai."

Miniatur kelahiran Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 25 Desember 2015. (VOA/Andylala)

Miniatur kelahiran Isa Almasih di Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 25 Desember 2015. (VOA/Andylala)

Stephen yakin, Presiden Joko Widodo di 2016 nanti akan memberikan perhatian yang lebih besar untuk kerukunan umat beragama. Mengingat selama ini, pemerintah menurutnya belum maksimal memberikan perlindungan bagi kaum minoritas di Indonesia.

"Selama ini kita masih melihat ada banyak kelompok minoritas yang diperlakukan secara tidak adil dan pemerintah belum mengambil tindakan tegas untuk menghadapi semua itu. Saya khawatirkan, ini akan menjadi bibit-bibit dari perpecahan bangsa ini. Yang sudah tentu tidak satupun dari kita mengharapkannya," tambahnya.

Gereja Immanuel Jakarta memiliki tradisi unik setiap melakukan ibadah natal. Bila gereja lain menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, gereja ini juga menggunakan bahasa Belanda ketika melangsungkan ibadah natal.

Gereja Immanuel berdiri sejak 1830. Tujuan pendirian gereja ini adalah untuk tempat ibadah warga Belanda yang tinggal di Batavia. Saat itu, tentu bahasa yang digunakan adalah bahasa Belanda.

Sementara itu, umat Katolik di Gereja Katedral dalam misa Natal 2015 berharap, ada kebersamaan hidup antara manusia dan alam semesta. Romo Brata Kartana kepada VOA menjelaskan, keserasian hidup di dunia tidak hanya antar manusia tetapi juga dengan alam semesta.

Romo Brata mengatakan, "Adalah kebersamaan keserasian hidup dan membangun keluarga dalam kebersamaan bukan hanya dengan (atau antar) manusia tetapi juga dengan alam semesta. Maka menjaga keutuhan alam semesta serta serasi dengan alam juga serasi dengan sesama. Karena sesama kita itu adalah dari berbagai ragam suku, bahasa dan agama. Itulah Indonesia."

David, 45 tahun, salah seorang jemaat di Gereja Immanuel berharap ada kerukunan umat beragama di Indonesia untuk kedepannya.

"Agar ada kerukunan antar umat di Indonesia. Dan bangsa kita semakin maju, sadar akan kemampuan diri sendiri. Lalu ada keinginan untuk maju bersama seperti yang Pak (Presiden) Joko Widodo bilang," kata David.

Sementara itu dalam pantauan VOA pelaksanaan ibadah dan misa Natal 2015 di Jakarta berlangsung aman, khususnya di gereja Immanuel dan Katedral. Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat (KaSat Bimas) Kepolisian Resort Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Susilo kepada VOA bersyukur atas kondisi aman dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad dan pelaksanan Natal di Jakarta.

"Syukur Alhamdulillah kegiatan misa Natal di gereja Katedral dan ibadah Natal di Immanuel di hari pertama dan kedua bisa berjalan aman tertib. Kita saling toleransi sesama umat beragama. Khususnya di DKI. Di Masjid Istiqlal Kamis (24/12) berlangsung maulid Nabi Muhammad bisa lancar. Kita bersebelahan, kita bersama-sama, kita saling menghargai sesama umat. Justru di Masjid Istiqlal menyediakan lahan parkir untuk jemaat yang misa di Katedral," kata Agus. [aw/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG