Tautan-tautan Akses

Solar Impulse 2 Tinggalkan New York


Pesawat Solar Impulse 2 saat melayang di dekat patung Liberty sebelum melakukan pendaratan di bandara John F. Kennedy, New York, 11 Juni 2016 yang lalu (Foto: dok). Pesawat bertenaga surya ini melanjutkan perjalanan keliling dunia dari bandara ini, Senin, 20 Juni 2016.
Pesawat Solar Impulse 2 saat melayang di dekat patung Liberty sebelum melakukan pendaratan di bandara John F. Kennedy, New York, 11 Juni 2016 yang lalu (Foto: dok). Pesawat bertenaga surya ini melanjutkan perjalanan keliling dunia dari bandara ini, Senin, 20 Juni 2016.

Dengan energi hanya dari matahari, pesawat Solar Impulse 2 lepas landas dari Bandara John F. Kennedy, New York, Senin pagi (20/6) untuk menempuh bagian ke-15 penerbangannya mengelilingi dunia.

Pesawat Solar Impulse-2 itu telah memulai salah satu dari bagian paling berbahaya perjalanannya mengelilingi dunia, yaitu penerbangan menyeberangi Samudera Atlantik.

Pilot warga Swiss Bertrand Piccard mengendalikan pesawat itu. Ia dan rekan senegaranya Andre Borschberg bergilir melakukan tugas pilot pesawat yang mempunyai satu tempat duduk itu.

Piccard akan tidur sebentar dalam penerbangan 90 jam menyeberangi Atlantik. Ia dan Borschberg telah belajar meditasi dan hipnotis sebagai bagian dari latihan mereka untuk membantu mereka tetap jaga atau tidak mengantuk dalam waktu yang lama. Borschberg melakukan tugas pilot ketika menyeberangi Samudera Pasifik dari Nagoya, Jepang, ke Hawaii, penerbangan 118 jam.

Solar Impulse diperkirakan akan mendarat di Spanyol, kemungkinan Perancis, bergantung pada keadaan cuaca.

Pesawat Solar Impulse-2 yang terbuat dari serat karbon itu mempunyai sayap sepanjang 72-meter, yang lebih panjang daripada sayap Boeing 747 dan beratnya kira-kira sama dengan mobil. Ke-17 ribu cell sinar suryanya, yang dipasang pada sayap, menyadap energy matahari dan mengecas baterai dalam pesawat. [gp]

XS
SM
MD
LG