Tautan-tautan Akses

Snowden: Peluang China dan Rusia Peroleh Dokumen NSA Nihil


Demonstran dalam protes di Jerman terhadap program pengintaian NSA, sekaligus aksi mendukung Edward Snowden. (Foto: Dok)

Demonstran dalam protes di Jerman terhadap program pengintaian NSA, sekaligus aksi mendukung Edward Snowden. (Foto: Dok)

Dalam wawancara dengan New York Times, Snowden mengatakan ia menyerahkan semua dokumen yang ia miliki kepada para wartawan di Hong Kong.

Edward Snowden, mantan kontraktor intelijen Amerika yang mengungkapkan bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) memata-matai warga negaranya, mengatakan bahwa peluang Rusia atau China untuk memiliki dokumen-dokumen NSA “nol persen”.

Dalam wawancara dengan New York Times yang diterbitkan Kamis (17/10), Snowden mengatakan ia menyerahkan semua dokumen yang ia miliki kepada para wartawan di Hong Kong. Snowden mengatakan ia membawa dokumen-dokumen itu sewaktu melarikan diri ke Moskow bukan untuk kepentingan publik.

Mantan pegawai kontrak itu juga mengatakan ia sangat memahami kontraintelijen dunia maya China dan bahwa NSA tahu ia menyimpan informasi rahasia dari China.

Snowden mengungkapkan sebelumnya bahwa NSA mengumpulkan catatan komunikasi warga negara Amerika. Ia menyatakan memutuskan untuk berbicara setelah menemukan laporan internal NSA mengenai penyadapan oleh pemerintahan Bush tanpa perintah pengadilan. Snowden mengatakan program itu menghindari undang-undang pengintaian yang ada.

Ia mengatakan kepada Times bahwa jika para pejabat tertinggi dalam pemerintahan dapat melanggar hukum tanpa dikenai hukuman, maka kewenangan dinas rahasia dapat menjadi luar biasa berbahaya.

Snowden melarikan diri ke Hong Kong dan kemudian ke Moskow setelah mengungkapkan program mata-mata NSA. Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan suaka satu tahun untuk Snowden, membuat berang pemerintah Amerika Serikat yang ingin menyeretnya ke pengadilan.

NSA belum mengomentari pernyataan Snowden kepada New York Times, tetapi telah membela program pengintaiannya, dengan mengatakan program tersebut membantu menggagalkan beberapa rencana serangan besar teroris.
XS
SM
MD
LG