Tautan-tautan Akses

SMP Mayfield di Virginia Adakan Program Berdandan untuk Sukses

  • Faiza Elmasry

Para siswa SMP di Manassas, Virginia mengikuti program "Berdandan untuk Sukses" setiap hari Senin (Foto: dok).

Para siswa SMP di Manassas, Virginia mengikuti program "Berdandan untuk Sukses" setiap hari Senin (Foto: dok).

SMP Mayfield di Manassas, Virginia, mengajarkan siswa berpakaian rapih ke sekolah agar bisa sukses di sekolah dan pasca-sekolah.

Satu hari dalam setiap minggu lebih dari 700 remaja berkunjung ke SMP Mayfield di Manassas, Virginia, berdandan layaknya seorang profesional. Mereka mengenakan jas, dasi, busana atau rok dan blus. Dandanan itu jauh berbeda sekali dengan jeans dan pakaian olahraga yang biasa dikenakan pelajar Amerika kalau mereka bersekolah.

“Apa yang akan saya kenakan ke sekolah hari ini?” Itulah yang ditanyakan Diana Otero pada diri sendiri tiap pagi, tetapi tidak pada hari Senin. Pada hari itu gadis kecil berusia 10 tahun itu memakai pakaian yang bagus dan rapi yang membuat dirinya merasa istimewa.

“Saya merasa penting dan percaya diri,” ujarnya.

Di sekolah Diana dan pelajar lainnya yang berpakaian rapi mengikuti pelajaran di kelas dan kegiatan lain seperti biasanya. Ini tahun pertama Diana ikut dalam program “Berdandan untuk Sukses” itu.

“Saya berpendapat, program ini akan membuat saya meningkatkan nilai-nilai saya. Saya rasa program ini memperbesar kesempatan belajar kita,” ujarnya lagi.

Itulah yang menarik minat Shawn Arrigeo untuk mengikuti program itu. “Kalau kita menyukainya, merasa senang dan kita duduk dengan nyaman, maka kita tidak punya masalah berkonsentrasi di kelas,” katanya.

Shawn mengatakan, dirinya lebih cepat menyerap pelajaran di kelas kalau berdandan rapi. “Membuat saya merasa lebih dewasa,” tambahnya.

Juga membuat dia merasa seperti tokoh panutannya, Kepala sekolah Mayfield, Jeff Abt, yang memperkenalkan program itu tiga tahun lalu.

“Saya bertanya kepada murid-murid apakah mereka bersedia mengenakan sesuatu yang berbeda pada hari ini. Saya rasa pertanyaan itu menciptakan suasana di mana murid-murid itu menjawab, ‘Saya sudah bekerja keras, saya berdandan terbaik dan saya juga akan melakukan yang terbaik hari ini,’” paparnya.

Guru kelas enam, Erika Redler mengatakan, ia melihat perbedaan menyolok dalam tingkah laku siswa pada hari Senin.

“Anak-anak yang sudah merencanakan apa yang akan mereka pakai sebelum mereka berangkat ke sekolah, sikap mereka sudah benar sewaktu melangkah masuk ke kelas. Saya selalu menjabat tangan mereka ketika anak-anak itu masuk dan mereka memandang wajah saya dan berkata, “Selamat pagi Bu Redler.” Murid-murid yang berdandan dengan pakaian rapi untuk sukses itu, sudah menunjukkan sikap seperti kepala tegak, bahu tegap, siap untuk mengucapkan selamat pagi. Mereka memulai hari dengan baik, mereka merasa lebih bangga pada diri mereka sendiri. Kalau sikap mereka demikian, maka tingkah laku mereka biasanya lebih baik sepanjang hari,” papar Redler.

Redler melihat program ini sebagai sebuah kesempatan untuk mendorong murid-murid agar lebih bersungguh-sungguh dan menaikkan nilai rapor mereka.

“Kalau kita berdandan untuk sukses dan kita lebih serius terhadap diri kita sendiri, maka kita akan berbuat seperti yang sudah seharusnya kita lakukan di kelas, berarti, kita akan lebih baik di sekolah. Tetapi saya berpendapat, kami masih berusaha ke arah itu,” papanya lagi.

Itulah sebabnya poster-poster “Berdandan untuk Sukses” dipasang seluruh sekolah, yang mendorong para siswa untuk bergabung dengan program itu.

Kepala sekolah Jeff Abt mengatakan, berpakaian rapi pada hari Senin tidak berarti harus dengan pakaian baru atau mahal. Abt berharap, pelajaran yang diambil oleh para siswa melalui program ini, akan membantu mereka membuat keputusan lebih baik di SMA kelak dan setelah lulus.

“Saya katakan kepada murid-murid, kalau kita berpakaian rapi untuk sukses dan akan diwawancara untuk mencari pekerjaan, kita biasanya melihat ke dalam lemari dan mengatakan, ‘Apa yang terbaik di dalam lemari itu, bisa memeragakan bahwa saya adalah orang yang terbaik untuk pekerjaan itu?” papar Abt lagi.

Siswa-siswa sekolahnya kini punya banyak peluang untuk menjawab pertanyaan itu sekarang, sementara mereka menikmati berdandan rapi dan merasa seperti orang dewasa.
XS
SM
MD
LG