Tautan-tautan Akses

SKK Migas Turunkan Target Produksi Minyak 2014


Para pekerja di sumur Banyu Urip di situs Exxon Mobil, Cepu, Jawa Tengah. (Reuters/Beawiharta)

Para pekerja di sumur Banyu Urip di situs Exxon Mobil, Cepu, Jawa Tengah. (Reuters/Beawiharta)

Karena target produksi tahunan sering tidak tercapai, target produksi minyak Indonesia pada 2014 akan diturunkan 4-8 persen.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan target produksi minyak tahun depan terlalu optimis, sehingga akan diturunkan sekitar 4 persen sampai 8 persen.

Target produksi tahunan di Indonesia sering tidak tercapai, yang selalu turun dari puncaknya pada 1,6 juta barrel oil per hari (bpd) pada 1995.

Pemerintah telah menetapkan target produksi minyak antara 900.000 dan 930.000 bpd pada 2014 dalam proposal anggaran 2014 yang diumumkan Senin (20/5). Namun Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan badan itu ingin melihat kecocokan antara target dan perencanaan, ujarnya seperti yang dikutip harian Jakarta Globe.

“Kami tidak ingin ada asumsi-asumsi anggaran yang tidak rasional,” ujarnya, Rabu (22/5).

“Apakah batas bawah dan batas atas target tersebut akan dicapai tergantung kapan blok Cepu yang dikelola Exxon Mobil di Jawa Timur akan mulai berproduksi,” ujar Rudi, mengacu pada penemuan minyak terbesar pada dekade terakhir.

Jika Cepu tidak mulai berproduksi sampai akhir tahun, ia mengatakan bahwa rata-rata produksi hanya akan mencapai 860.000 barrel per hari.

Angka itu dibandingkan dengan produksi minyak mentah sebanyak 840.000 bpd pada Maret, ketika SKK Migas mengatakan badan itu berharap Indonesia dapat memproduksi lebih dari 1 juta bpd pada 2014.

Produksi di Cepu sendiri diperkirakan mencapai 165.000 bpd ketika blok itu mulai beroperasi secara penuh tahun depan. Pemerintah telah menekan operator blok Cepu, Exxon Mobil untuk memenuhi targetnya, melalui langkah-langkah seperti pemberhentian efektif kepala eksekutif lokalnya pada tahun ini.

Sementara itu, menurut SKK Migas, target produksi gas tidak berubah tahun depan, yaitu pada 1,24 juta barrel ekuivalen minyak per hari (boepd).

Produksi gas alam diharapkan meningkat pada 2016 ketika proyek gas skala besar mulai, termasuk blok Masela yang dioperasikan Inpex dan Indonesia Deep Water Development (pengembangan minyak dan gas alam laut dalam) yang dioperasikan oleh unit Indonesia dari Chevron Corp, ujar Rudi. (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG