Tautan-tautan Akses

Skandal Ungkap Permasalahan Layanan Kesehatan di China


Perusahaan farmasi Inggris GlaxoSmithKline (GSK) dan puluhan rumah sakit di China terlibat dalam kasus suap senilai $ 500 juta (foto: dok).

Perusahaan farmasi Inggris GlaxoSmithKline (GSK) dan puluhan rumah sakit di China terlibat dalam kasus suap senilai $ 500 juta (foto: dok).

Skandal suap oleh perusahaan farmasi Inggris telah mengungkapkan luasnya kasus suap dan memicu perdebatan cara mereformasi sistem perawatan kesehatan di China.

Serangkaian penyelidikan rumah sakit dan perusahaan farmasi di China telah mengungkapkan luasnya kasus suap dan memicu perdebatan tentang bagaimana cara mereformasi sistem perawatan kesehatan negara itu.

Target penyelidikan itu termasuk perusahaan farmasi Inggris GlaxoSmithKline (GSK) dan puluhan rumah sakit di China yang terlibat dalam kasus suap senilai $ 500 juta agar pejabat dan dokter mempromosikan penjualan.

Praktek-praktek yang ditemukan dalam skandal GSK tidak mengejutkan mereka yang bekerja dalam sistem perawatan kesehatan China, kata Benjamin Shobert, direktur pelaksana Rubicon Strategy Group, konsultan bagi perusahaan asing yang ingin memasuki pasar perawatan kesehatan China.

Pekerja radiologi di rumah sakit Beijing, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada VOA bahwa komisi sudah biasa diberikan kepada dokter.

Survei terbaru oleh Chinese Medical Association menunjukkan sekitar 54 persen dokter di China mengaku telah menerima suap dari perusahaan farmasi untuk penjualan obat.

Laporan media juga telah difokuskan pada dampak korupsi terhadap harga obat dan konsumen. Eksekutif GSK telah dikutip media mengatakan bahwa pendanaan suap itu membuat mereka menaikkan harga obat sebesar 20 sampai 30 persen.
XS
SM
MD
LG