Tautan-tautan Akses

AS

Skandal di Kolombia Tak Wakili Paswalpres Amerika


Direktur Secret Service atau Paswalpres AS, Mark Sullivan memberikan kesaksian di hadapan anggota Senat AS.

Direktur Secret Service atau Paswalpres AS, Mark Sullivan memberikan kesaksian di hadapan anggota Senat AS.

Direktur Secret Service atau Paswalpres AS, Mark Sullivan mengatakan skandal beberapa agen Paswalpres dengan PSK di Kolombia, tidak mewakili dinas Secret Service AS.

Direktur Secret Service Amerika mengatakan ia yakin skandal di kota Cartagena, Kolombia bulan lalu yang melibatkan beberapa agen dan PSK tidak mewakili mayoritas pegawai Secret Service yang mencapai tujuh ribu orang itu.

Mark Sullivan hari Rabu mengatakan kepada anggota Senat bahwa meskipun perilaku yang ditunjukkan oleh beberapa agen Secret Service itu disebutnya sebagai “sembrono”, ia yakin perilaku itu hanya dilakukan oleh beberapa individu yang “benar-benar dungu”. Ia menambahkan penyelidikan badan yang dipimpinnya itu tidak mendapati bahwa perilaku ini merupakan isu kultural atau sistemik.

Mark Sullivan hadir di hadapan komisi Senat bersama-sama dengan Pejabat Sementara Inspektur Jendral Departemen Keamanan Dalam Negeri Charles Edwards yang kantornya juga sedang menyelidiki kasus itu.

Sebelum dengar pendapat tersebut, suratkabar the Washington Post mengutip sebuah sumber tanpa menyebut namanya – yang dekat dengan para agen serta mengetahui seluk beluk penyelidikan tersebut, mengatakan bahwa sedikitnya empat tertuduh telah memutuskan untuk menentang pemberhentian mereka, dengan berargumentasi bahwa mereka telah dijadikan kambing hitam atas perilaku yang telah sejak lama dibiarkan oleh Secret Service.

Ketika ditanya tentang artikel itu, Mike Sullivan meminta siapa saja yang punya informasi tambahan untuk maju ke depan. Namun ia berkeras, setiap tuduhan bahwa perilaku semacam ini direstui atau diotorisasi merupakan hal yang “tidak masuk akal”.
XS
SM
MD
LG