Tautan-tautan Akses

Skandal Korupsi FIFA Semakin Luas


Jaksa Agung Loretta Lynch dalam konferensi pers di DEpartemen Kehakiman AS di Washington (3/12).

Jaksa Agung Loretta Lynch dalam konferensi pers di DEpartemen Kehakiman AS di Washington (3/12).

Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan penghianatan kepercayaan yang terjadi benar-benar keterlaluan, dan skala dugaan korupsi itu tidak bisa dimaafkan.

Setelah mengumumkan berbagai dakwaan terhadap 16 lagi pejabat FIFA pada hari Kamis (3/12), termasuk pemerasan, Jaksa Agung AS mengeluarkan peringatan bagi yang lainnya.

Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan penghianatan kepercayaan yang terjadi benar-benar keterlaluan, dan skala dugaan korupsi itu tidak bisa dimaafkan.

Kepala federasi sepak bola Guatemala, Brayan Jimenez, adalah salah satu pejabat yang terlibat dalam skandal FIFA ini. Dia bersedia bekerja sama untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.

Mulai dari Presiden FIFA Sepp Blatter yang bermasalah sampai sejumlah pejabat tinggi lainnya yang ditangkap dalam dakwaan putaran pertama bulan Mei, Amerika berjanji akan menuntut semua yang bertanggung jawab atas kejahatan yang sudah dilakukan, dan beberapa kejahatan terkaitpertandingan yang akan datang.

FIFA sudah menderita kerugian finansial akibat tindakan Amerika ini.

Lebih dari $100 juta telah dibekukan di Amerika dan luar negeri terkait dugaan aktivitas kriminal tersebut. [as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG